JAKARTA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenal Rasulullah SAW dan mengambil pelajaran dari perjalanan serta perjuangan beliau. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arif Yusadli, dalam sambutannya pada acara Maulid Nabi di Kantor DPD PKS Jakarta Utara, Sabtu (26/9/2926).
Ia mengajak jamaah tidak sekedar memperingati Maulid Nabi, tetapi juga mengenal Rasulullah SAW dan mengambil pelajaran dari perjuangan beliau dalam berdakwah. “Kalau kita ada Maulid Nabi, itu harus diikuti dengan mengenal Rasulullah. Bagaimana kita mengambil pelajaran dari perjuangan beliau,” ujarnya.
Ia mengatakan, perjuangan dakwah Rasulullah SAW menghadapi tantangan yang tidak ringan. Rasulullah SAW juga mendapatkan penolakan dan celaan dalam menyampaikan kebenaran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran bagi umat yang menjalankan dakwah dan kebaikan.
“Rasulullah jauh lebih dari itu. Kita berbuat baik seperti apa pun, tetap masih banyak orang yang tidak suka. Memang begitulah jalan dakwah itu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan anak-anak muda dalam kegiatan Maulid Nabi. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Kita pengen anak-anak muda banyak yang seperti ini, mencintai Rasulullah SAW,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi jamaah dalam menjalani kehidupan, serta Allah SWT memudahkan segala urusan dan langkah dalam berdakwah serta memperjuangkan kebenaran.
Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ibu yang hadir dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Ia menilai peran ibu penting dalam membentuk anak-anak menjadi anak yang saleh.
Acara maulid itu juga dihadiri oleh Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Jakarta Utara Rizki Fauzan Hasibuan, Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama (BPUKB) DPD PKS Jakarta Utara Ahmad Zaenudin, dan sebagai penceramah hadir KH. Ibnu Jarir, Lc, Ma. Al Hafidz.