Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Pelantikan Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara

Telah dilantik dan diangkat sumpah, Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara yang baru dengan Masa Khidmat 2015-2020.

Ir. Ahmad Mardono.

Ketua DPTD PKS Jakarta Utara Masa Khidmat 2015-2020.

Kemenangan yang Hakiki.

Taujih Ketua Majelis Syuro PKS, Ust. Salim Segaf al Jufri.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Pelantikan Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu.

Pelantikan Akh Noval Abuzar sebagai Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu oleh Ketua DPTW PKS DKI Jakarta, Ust Syakir Purnomo.

Selasa, 22 Mei 2012

Spesial di Bulan Rajab | pksjakut.org


Oleh : Ahmad Sarwat, Lc

pksjakut.org -Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Dalam bulan-bulan tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Dari para ulama kalangan mazhab Asy Syafi’i, Imam An-Nawawi berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, “Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan. Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Ramadhan). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.”
Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut. Di-antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
  1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rajab.
  2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum’at minggu pertama bulan.
  3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
  4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra’ dan Mi’raj).
  5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
  6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
  7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
  8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
  9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
  10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
  11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
  12. Umrah khusus di bulan Rajab.
  13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang shahih.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu dijelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:
“Allahumma Baarik Lanaa Fii Rajab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Ramadhan.” (Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR. Ahmad dan Bazzar).

Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:
Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam) dan Ramadhan adalah bulan ummatku.

Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.

Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidha Shirathil Mustaqim, 2/624)
Ibnu Hajar Al Asqalani secara khusus telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah.”

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.

Wallahu a’lam bishshawab, 



Senin, 21 Mei 2012

Aib Kepahlawanan | pksjakut.org



Oleh : Anis Matta, Lc

pksjakut.org - Pernahkah anda melihat orang-orang yang Anda anggap hebat, berbakat potensial, tetapi kemudian tidak menjadi apa-apa? Atau dengan kata lain, kehidupannya dan prestasi-prestasinya dalam hidup tidak menunjukkan bakat dan potensi yang sebenarnya ia miliki.

"...tetapi ia kalah dengan godaan untuk menjadi 'orang biasa'. Sebab, menjadi orang biasa membuat hidup lebih santai, relatif tanpa beban, tanpa sorotan, tanpa stress, tanpa depresi..." 
Anis Matta, Lc

Di sekeliling kita banyak orang-orang seperti itu. Mungkin juga saya atau Anda. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui bahwa mereka menyimpan kehebatan yang dahsyat, atau mungkin mereka merasakannya, tetapi tidak berminat memunculkannya, atau mungkin berminat, tetapi ia kalah dengan godaan untuk menjadi “orang biasa”. Sebab, menjadi orang biasa membuat hidup lebih santai, relatif tanpa beban, tanpa sorotan, tanpa stres, tanpa depresi.

Menjadi orang biasa adalah godaan bagi para pahlawan. Inilah yang membuat mata air kecemerlangan di dalam dirinya hanya keluar dan kemudian tergenang. Dan di mana pun ada genangan air, di situ selalu ada kemungkinan pembusukan. Air itu tidak menggelombang, maka tidak ada debur kehebatan di dalam dirinya. Air itu tergenang teduh, dan dalam keteduhannya ia tersedot oleh cahaya matahari kehidupan, maka ia mengering dan habis. Atau ia terkotori oleh sampah yang terbuang dalam genangan itu, maka ia mengeruh dan kemudian membusuk.

Para pahlawan adalah sungai yang mengalir deras, atau air yang menggelombang dahsyat. Semua potensi di dalam dirinya keluar satu demi satu, semua kehebatan di dalam dirinya menggelora ke permukaan bagai gelombang, semua bakat di dalam dirinya bertiup kencang bagaikan badai. Ia menantang kehidupan, maka ia mengukir sejarah, sebab sejarah adalah catatan petualangan hidup. Ia mengejar dan menangkap takdirnya, maka ia mendapatkan mahkota kepahlawanan. Sebab, mahkota itu tidak pernah dihadiahkan, ia diperoleh karena ia direbut. Sebagaimana kemerdekaan adalah piala yang dircbul oleh bangsa-bangsa yang tcrjajah, seperti itulah kepahlawanan menjadi mahkota yang dinobatkan kepada para pengejarnya.

Karena itulah, kepahlawanan senantiasa menjadi beban yang berat bagi jiwa manusia. Karena ilulah, tidak banyak manusia yang bersedia menempuh jalan panjang kepahlawanan. Jika pun ada di antara mereka yang bersedia, mungkin dia tidak akan bertahan lama. Lalu berhenti, dan menerima hidupnya yang mungkin hanya ala kadarnya.

Itulah sebabnya mengapa pahlawan selalu sedikit. Bukan karena tidak banyak yang bisa menjadi pahlawan. Itu lebih karena orang-orang berbakat itu tidak mau dan tidak bersedia memenuhi syarat-syarat kepahlawanan. Itulah yang membuat para pahlawan selalu “menderita”, karena beban hidup yang banyak ini akhirnya hanya dipikul oleh sedikit orang. Hidup ini seringkali tampak tidak adil dalam pandangan ini, karena ia mendistribusi beban-bebannya secara tidak merata.

Dulu, Abu Tammam, sang penyair hikmah dari tanah Arab, pernah berkata,
Tidak ada aib yang kutemukan dalam diri manusia..
Melebihi aib orang-orang yang sanggup menjadi sempurna..
Namun tidak mau menjadi sempurna..

Ibunda Ust. Hidayat Nur Wahid Wafat | pksjakut.org

pksjakut.org - Jakarta, pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB, seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera mendapatkan kabar duka cita. Ibunda calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nurwahid, Hj Siti Rahayu Syukri (76), meninggal pada Senin (21/5/2012) pukul 05.00. Almarhumah yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, 14 Maret 1936, ini meninggalkan tujuh anak.

Almarhumah semasa hidup dengan Ust Hidayat saat Gempa Jogja

Hidayat Nurwahid merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Alamarhumah selama ini menderita komplikasi penyakit degeneratif. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di pemakaman desa di Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, desa tempat tinggalnya.

Lokasinya sama dengan pemakaman almarhumah istri dan almarhum ayah Hidayat Nurwahid. Menurut Dedi, perwakilan dari Humas Tim Sukses Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini, semua acara Hidayat Nurwahid hari ini dibatalkan karena harus berangkat takziah ke Yogyakarta. Acara yang dibatalkan di antaranya pertemuan di Majlis Ta'lim Sabilul Haq di Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan pertemuan dengan sejumlah tokoh di Jakarta.

للَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ. آمــــــــــــــــــين يا مجيب الساءلين

Sabtu, 12 Mei 2012

Jalan Sehat dan Senam Bersama DPC PKS Pademangan | pksjakut.org


pksjakut - Pademangan. Tidak kurang dari 1500 warga kecamatan Pademangan mengikuti acara Jalan Sehat dan Senam Bersama yang diadakan oleh DPC PKS Pademangan, Jakarta Utara Ahad, 6/5/2012.

Jalan sehat dimulai dari Stasiun Ancol hingga Ruko Permata di Pademangan Barat. Peserta nampak sangat antusias mengikuti acara ini dan suasana semakin meriah saat acara senam bersama.

Acara ini dihadiri oleh calon gubernur DKI Jakarta DR H. Hidayat Nur Wahid dan Ketua DPD PKS Jakarta Utara H.Muhammad Subki Lc. Acara dimeriahkan dengan adanya doorprize yang disediakan oleh panitia, di mana doorprize tersebut diperoleh dari sumbangan para kader hingga terkumpullah 120 jenis barang mulai dari kulkas, mesin cuci, dispenser, setrika, magic jar, kompor, tas hingga botol minum.


Setelah memberikan sambutan dan ikut memberikan doorprize kepada peserta, Hidayat Nur Wahid langsung meluncur ke rumah A Heng salah seorang relawan Hidayat + Didik di Pademangan Barat yang beretnis China. A heng sangat mendukung Pak Hidayat karena ia yakin Pak Hidayat adalah figur yang dapat dipercaya dan bisa membawa perubahan.
 
 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites