Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Rabu, 21 Maret 2012

Yang Susah Rakyat, Yang Mengeluh SBY | pksjakut.org

pksjakut.org - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyesalkan Presiden SBY yang mengeluh karena mendapat ancaman. PKS menilai itu tidak patut.

Bagi PKS, seharusnya rakyatlah yang mengeluh ke pemimpinnya. Apalagi, jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada april 2012 mendatang.

“Saya sendiri sudah tidak bisa berkomentar banyak. Saya sangat galau. Seharusnya rakyat yang curhat, malah ini sebaliknya,” ujar Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsy.

Anggota Komisi III DPR ini melihat rakyat sudah dalam posisi yang kepepet. Harga BBM baru direncanakan naik tetapi harga barang sudah melejit duluan. Tetapi, penghasilan rakyat justru tidak berubah bahkan lebih buruk.

Banyak persoalan yang dihadapi rakyat. Petani menghadapi hama tani, nelayan dihadapkan gelombang tinggi sehingga tidak bisa melaut, terorisme dan korupsi masih meraja lela. Belum lagi persoalan pendidikan mahal dan kesehatan yang masih belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.

Anehnya, lanjut Aboe, disaat rakyat ingin curhat ke pemimpinnya, mereka tidak mendapatkan ruang. Bahkan, dari pemimpinnya sendiri yang seharusnya mengakomodasi mereka.

“Rakyat harus mendengar curhat tentang adanya ancaman mau dilengserkan dari kekuasaan, keluh kesah terima soal BBM. Bahkan keluhan soal ancaman keselamatan kepada keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya, saat silaturahim dengan sejumlah kader Partai Demokrat, minggu (18/3/2012) malam di kediamannya di Puri Cikeas Bogor Jawa Barat. SBY mengeluh dan mengaku mendapat ancaman untuk dirinya dan keluarga terkait kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ancaman itu seperti siap menggulingkan SBY di tengah masa jabatannya.

“Saya tidak dapat membayangkan bagaimana penuhnya otak rakyat ini. Mikirin makan besok saja sulit apalagi berpikir pelengseran kekuasaan,” katanya.

Baginya, aneh saja jika seorang Presiden mengeluhkan persoalan ancaman. Padahal, rakyat yang merasakan dampaknya, justru malah disuruh menerima keluhan seorang Presiden. “Apalagi (rakyat) harus memikirkan keamanan orang yang sudah punya maximum security. Mereka (rakyat) pun ke mana-mana sendiri tanpa asuransi,” jelasnya.


Presiden yang curhat, menurutnya tidak wajar. Tetapi, kalau rakyat yang curhat adalah sangat wajar. Sebab, mereka yang merasakan langsung kenaikan BBM.

“Namun bila ada yang curhat karena takut kehilangan kekuasaan saya kira itu tidak patut,” pungkasnya.[Agus Rahmat, INILAH.COM]

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites