Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Selasa, 06 Maret 2012

Tak Sekedar Identitas | pksjakut.org


pksjakut.org - Bagi kami kader partai dakwah, shalat berjama'ah tepat waktu di Masjid, adalah identitas diri. Dengan begitulah para tetangga dan masyarakat mengenali kami. 




Begitu jugalah cara bangunan-bangunan Rumah ALLAH itu mengenali kami. Identitas yang tidak pernah kami pilih sebagai identitas kader, melainkan identitas yang secara alamiah melekat kepada kami. Identitas ini sejatinya adalah identitas Ummat Islam seutuhnya.

Bagi kami, Shalat berjama'ah tepat waktu di masjid adalah momentum kami menjumpai Rabb kami, saudara-saudara kami, merekati silaturahim, memperkuat asa tetangga, dengan golongan apapun dan dari asal manapun. Lima kali sehari, sesering itulah kami diperintahkan menemui saudara-saudara kami, menatap wajah-wajah cahaya itu, seakan-akan cahaya terbuat dari wajah-wajah mereka, bukan sebaliknya.

Bagi kami, Shalat berjamaah tepat waktu di masjid adalah harga mati dari ALLAH SWT, yang serta merta kemudian menjadi tugas struktural partai, yang setiap pekan selalu di evaluasi konsistensinya. Dan disana, dalam lingkaran pengajian pekanan tersebut, hadirlah budaya malu, sebelum malu itu disajikan dalam sidang hari akhirat, kami evaluasi dulu disini.

Menembus gerimis adalah kenikmatan bagi kami, semakin deras semakin bertambah kenikmatannya, karena saat hujan itulah, dan di rumah ALLAH-lah, kami mendapatkan posisi paling kuat daya tawarnya, untuk kami mengajukan harapan padaNYA.

Dan bagi kami , Masjid adalah tempat kami memintal rajutan kemenangan, menyusun sketsa kemenangan dakwah. Disanalah harapan-harapan kami menemukan pintu terdekatnya.

Bagi kami, shalat wajib di rumah itu, jauh lebih berat ketimbang melangkahkan kaki ke masjid. Bahkan Shalat di tengah atau akhir waktu itu memerlukan energi yang jauh lebih besar dibandingkan ketika kami menyusuri jalan setapak ke masjid. Karena saat itu semangat-semangat saudara-saudara kami bersinergi membentuk kehusyukannya sendiri. Semangat menjadi yang paling disiplin dimata ALLAH SWT.

Dan kami tidak ingin semudah itu digolongkan sebagai orang orang munafik, hanya karena kami tertinggal Isya dimasjid, atau shubuh. Na'udzubillah, kami bukan termasuk golongan orang orang munafik. Kami bisa bayangkan bagaimana muaknya Hudzaifah ibnu Yaman, ketika Rasulullah membisikinya, daftar orang-orang munafik itu.

Dan pada akhirnya, Masjidlah, tempat kami melepas lelah aktifitas dakwah kami. mengisi lagi energi raga kami yang terbatas ini dengan energi ruhiyah, menata hati kami biar selalu terjaga keikhlasan dalam mewujudkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. Menghadirkan kemenangan-kemenangan dakwah, untuk membuka sebesar besarnya kemanfaatan, perbaikan, keadilan dan kesejahteraan.

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites