Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Jumat, 10 Februari 2012

Partai Masuk Kampung | pksjakut.org

Dari Surat Pembaca dakwatuna.com :
Lhinblue Alfayruz

dakwatuna.com - “Waah Mba, ga bisa kalo pertemuannya hari Minggu besok soalnya ibu-ibu di sini mau pada jalan-jalan ke Ancol gratis…”

“Ohh gitu bu, semua ibu-ibu yang ada di sini ikut semua?”

“Iya, 500 orang disewain bis dan kita dikasih 25ribu. Lumayan Mba, jalan-jalan ke Ancol gratis, dapet uang lagi… hehe”

“Kok bisa gratis bu? Siapa yang ngajakin emang?”

“Itu katanya dari partai, tapi ga dikasih tau partai apaan. Kemarin juga ada yang bagi-bagiin minyak satu liter untuk dua orang dan harus nunjukin dua KTP…”

“Oh gitu… waah, menjelang pilkada, partai udah mulai masuk ya Bu ke kampung-kampung…”

Yuhuuu… Itulah salah satu percakapanku dengan ibu-ibu pedagang binaan. Ternyata, partai udah mulai masuk kampung euy. Oiya, sekadar ngasih tau, kalo daerah yang aku bina adalah salah satu daerah terkumuh, padat penduduk, rawan tawuran, rawan Narkoba. Jadi, memang pas banget untuk diiming-imingi hal-hal seperti di atas oleh partai-partai untuk meraup suara di ajang pilkada.

Hmm… Ada yang bilang, semua partai sama, masuk kampung kalo menjelang pilkada, pemilu, dan pilgub. Apakah itu benar? Apakah benar bahwa semua partai masuk kampung hanya jika menjelang ajang-ajang seperti itu?

Tidak, Kawan! Tak semua partai seperti itu. Tetap ada partai yang berbeda. Ya, walau kadang banyak orang berpendapat kalo partai yang berbeda ini tak beda dengan yang lainnya. Tapi, menurutku ia tetap beda. Tenang, tenang, tulisan ini bukan untuk mempromokan suatu partai. Lagipula, aku pun bukanlah anggota partai tertentu, secara ga punya kartu anggota partai. Hehe… 

Ya, tapi boleh donk kalo aku berafiliasi terhadap satu partai tertentu. Partai apakah itu? Mungkin sudah bisa ditebak kalo aku berafiliasi ke partai apa.

Yup! Partai yang sering disebut sebagai partai dakwah terbuka.

Kenapa berbeda?

Aku akan mengangkat tulisan ini dari sisi ‘partai masuk kampung’ bukan yang lainnya. Jadi, yang aku lihat selama ini, partai dakwah ini masuk kampung ga hanya menjelang ajang-ajang pemilihan. Seperti kita tahu, partai dakwah ini punya kader yang banyak dan loyalitasnya ga usah dipertanyakan. Kader-kader itulah yang tersebar di berbagai daerah, sampai tingkat kelurahan dan RW. Nah, dari organ tingkat kelurahan dan tingkat RW-lah, keberadaan kader-kader ini menyebarkan kebermanfaatannya. Ada yang rutin mengadakan baksos, ada yang mengadakan les bahasa Inggris gratis, ada yang mengadakan pelatihan membuat hantaran pernikahan bagi ibu-ibu, ada yang mengadakan periksa kesehatan gratis, ada yang membuat pengajian remaja, dan masih banyak bentuk kebermanfaatan lainnya yang bukan sekadar jangka pendek untuk meraup suara.

Partai dakwah ini masuk kampung bukan pada saat menjelang pemilihan. Karena memang bukan sekadar suara yang menjadi tujuan. Lebih dari itu, bahwasanya partai dakwah ini memang menebar sebanyak-banyaknya kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Penilaian orang lain tentang partai dakwah ini mungkin berbeda. Yaa, ini hanyalah apa yang aku lihat, dengar dan rasakan.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites