Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Pelantikan Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara

Telah dilantik dan diangkat sumpah, Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara yang baru dengan Masa Khidmat 2015-2020.

Ir. Ahmad Mardono.

Ketua DPTD PKS Jakarta Utara Masa Khidmat 2015-2020.

Kemenangan yang Hakiki.

Taujih Ketua Majelis Syuro PKS, Ust. Salim Segaf al Jufri.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Pelantikan Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu.

Pelantikan Akh Noval Abuzar sebagai Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu oleh Ketua DPTW PKS DKI Jakarta, Ust Syakir Purnomo.

Selasa, 21 Februari 2012

Indikator Kemenangan | pksjakut.org


Arahan Sekjen PKS H. M. Anis Matta, Lc 
di Rakornas PKS, Hotel Clarion Makassar – Jumat malam 17 Februari 2012.

pksjakut.org - Kita berkumpul di sini untuk meyakinkan diri kita bahwa insya ALLAH, kita akan menang !
Karena di sini kita bersyura'..
Mengumpulkan hati kita dan menyusun perencanaan...
Ini yang disebut dalam Al Qur’an :
 “..Faa idzaa azamta fa tawaqqal Alallah..”. 
Kita sedang bertekad, ada 600 hati yang ada di sini !

"Jika Allah menakdirkan sesuatu, maka Allah menciptakan sebab-sebabnya."
Anis Matta.

Tekad itu energi bagi fikiran untuk menjadi tindakan...
Azzam dan Tawakkal bersanding..
Karena keduanya adalah tekad, 1 dari bumi dan 1 dari langit...
Kenapa Allah menggunakan kata Azzam?
Karena semua realitas pada awalnya berawal di alam fikiran!
Jika kemenangan itu sudah ada dalam hati dan fikiran..
Maka ia akan mewujud dalam kenyataan.

Di ayat lain Allah menyandingkan azam dan sakinah.
Sakinah itu kemantapan hati.
Jadi yang pertama ada sebelum kemenangan itu adalah kemantapan hati.
Jika ada kemantapan dalam hati kita ikhwah sekalian, maka kemenangan itu sudah dekat.

Jadi, jika kita ingin mengetahui apakah kita akan menang 2014 nanti, antum bisa tahu sekarang ! Maka peganglah dada antum, dan rasakan adakah kemantapan hati akan kemenangan itu atau tidak !

Sebelum badar, kaum muslimin ditidurkan oleh Allah, dan esoknya mereka dipenuhi kemantapan hati !
Jika Allah menakdirkan sesuatu, maka Allah menciptakan sebab-sebabnya.


Perhatikan sekitar antum, apakah terasa sebab-sebab kemenangan untuk antum?
Hadirnya tanda sebab-sebab kemenangan, dan keyakinan akan benarnya jalan juang ini, itulah yg melahirkan kemantapan hati...
Karena antum diciptakan untuk menjadi saksi-saksi (Litakuunu Syuhada) bagi manusia...
Kita yakin dengan cita-cita besar itu, karna kita akan menjadi saksi-saksi atas manusia.

"Hasil-hasil da'wah kita adalah sesuatu yang dapat dirasa... Ketakutan menjadi rasa aman...
Kemarahan menjadi ketenangan..."

Kalau hanya sekedar tujuan electoral, itu persoalan mudah, sebab ilmunya saintifik, semua orang bisa pakai.
Tetapi jika kita melaksanakan takdir kita sebagai “Syahadah Alannas”, maka kerja-kerja kita bukan soal angka-angka.
Karena itu kerja-kerja kita haruslah menjadi sesuatu yang dapat dirasa, bukan sekedar dihitung-hitung. Hasil-hasil da'wah kita adalah sesuatu yang dapat dirasa, ketakutan menjadi rasa aman, kemarahan menjadi ketenangan.

Saat ini kita ibarat mendaki gunung, ke atas masih tampak jauh, tapi ke bawah lebih jauh lagi...
Saat ini bagi kita tak ada pilihan lain, kita harus maju mencapai puncak !

Banyak orang bertanya-tanya, akan seperti apa masa depan PKS dengan beban ideologi yang diembannya.
Tapi sederhana menjawabnya.
Cukup mengajukan pertanyaan, Pernahkah Islam itu memimpin dunia ?
PERNAH !
Dan oleh karena itu kita meyakini bahwa capaian itu pasti bisa diulangi !

Keraguan soal itu hanya menimpa mereka yang menggunakan logika electoral semata.
Bahwa judul Islam itu tidak menjual dalam politik.
Sebab mereka mengalami kegalauan narasi.
Bagi kita narasi itu jelas, bahwa islam pernah menyatukan agama, pasar dan politik.
Karena narasi itu pernah terwujud dalam realitas, maka sesungguhnya semua itu dapat diwujudkan kembali !
Karena itu Allah mengingatkan, janganlah lemah dan janganlah sedih,
“Wa antumul a’lawna inkuntum mukminin”

Dan kemantapan hati itu dapat dilihat dari sorotan mata antum yang tajam !
Mata yang tajam itu akan menembus mata yang menatapnya dan turun ke hatinya.
Sekarang antum rasakan, apakah yang dirasakan orang lain ketika bertemu antum.
Apakah gembira atau malah sedih ?


Islam ini datang memberikan berita gembira, memberikan harapan !
Dan tugas kita adalah menghilangkan kesedihan, rasa takut dan kemarahan, itulah sakinah !
Jika antum memiliki sakinah, maka tugas kita adalah menghadirkan sakinah bagi masyarakat kita. Maka salah satu indikator kemenangan adalah ketika orang merasa ada sakinah, harapan ketika dekat dengan kita.
Yang orang ingin tahu adalah apa yang akan mereka rasakan ketika dekat dengan antum, atau jika PKS menang.

Kekuatan utama untuk mendapatkan follower adalah Narrative Intelligence, kemampuan menjelaskan. Oleh karena itu antum mesti memiliki kemampuan menerjemahkan narasi ini dalam banyak perspektif.

Misalnya agenda mainstreaming keluarga, perlu menggunakan kemampuan menerjemahkan yang baik agar orang yakin.
Jadi ini masalah bagaimana cara kita meyakinkan orang !
Jadi tidak ada yang salah dengan apa yang kita yakini, tetapi cara kita meyakinkan orang yang kurang tepat.

Milikilah perasaan, bahwa apa yang kita lakukan sejauh ini adalah proses shifty of civilization, peralihan peradaban.
Bukan hanya kerja-kerja untuk meraih kursi, itu sesuatu yang sangat kecil.
Tapi rasakanlah kerja-kerja itu sebagai merakit kerja besar !

Saat ini ada 2 peradaban yang sedang berganti, yang 1 akan mati dan 1 lagi akan bangkit.
Baik peradaban yang akan mati maupun yang akan bangkit keduanya diawali oleh kekacauan.
Seperti bayi yang baru lahir menimbulkan tangisan, tangisan itulah kekacauan peradaban yang sedang ingin lahir.

Kekacauan yang terjadi di timur tengah sebelum jatuhnya para diktator adalah kekacauan yang mengawali lahirnya sebuah peradaban.
Peradaban barat juga sedang mengalami kekacauan, kekacauan menjelang kejatuhan peradaban mereka.

Krisis Ekonomi barat, hanyalah efek kecil dari sebuah kerusakan yang lebih besar dan dalam, yaitu “Penyakit Degeneratif”.
Penyakit Degeneratif, adalah hasil dari sebuah sistem yang salah sejak awalnya, yaitu membunuh kehidupan.

Mereka membatasi kehidupan dan kelahiran, karena mereka meyakini bahwa sumberdaya yang tersedia lebih sedikit dari jumlah manusia.
Inilah tuduhan mereka yang paling keji terhadap Allah !
Seolah-olah Allah tidak teliti menciptakan sumberdaya dan manusia tidak seimbang.
Padahal Allah yang membagikan rezeki kepada setiap ciptaan-Nya, dan Dia pula yang memegang kunci-kuncinya.

Dulu di masa Nabi, Arab itu sudah memiliki kandungan minyak yang melimpah, tetapi tidak digunakan, karena Allah belum berikan ilmunya.
Baru sekitar 100 tahun yang lalu manusia diberi sedikit ilmu tentang minyak, dan itu sudah menjadi solusi bagi banyak kebutuhan semua manusia.

Kemudian Allah memberikan sedikit ilmu tentang komunikasi, betapa banyak orang yang kaya karenanya dan menjadi solusi persoalan-persoalan manusia.
Ilmu yang diberikan Allah itu masih sedikit, dan mereka sudah menuduh Allah tidak mampu menyediakan rezki yang cukup bagi ciptaan-Nya !
 Padahal mereka bahkan belum sampai pada ilmu yang ada di zaman Nabi Sulaiman, dimana kargo dapat dipindahkan realtime seperti SMS.
Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka itu !

Padahal Allah memiliki cara sendiri untuk membagi-bagikan rezekinya kepada seluruh kehidupan yang diciptakan-Nya.
Kesalahan mendasar barat inilah yang membuat peradaban mereka kini di ambang kehancuran.
Dimana tidak ada lagi suara tangis kehidupan baru di tengah mereka, dan yang ada hanya calon-calon mayyit.

Kami selalu membangun dan berkemauan
Kami pasti akan mati tapi kami pantang hina
Kami punya tangan dan mau bekerja
Kami punya hari esok dan harapan
Dan Kami selamanya orang merdeka dan pantang menyerah

Senin, 20 Februari 2012

Maulidan, Bang Sani di Kel. Kbn Bawang | pksjakut.org

Aksi Donor Darah Warga.
pksjakut.org - Ahad (12-02-12) kemarin, segenap Pengurus Masjid Sidhrothul Muntaha yang berada di Kel. Kbn Bawang - Jakarta Utara mengadakan berbagai kegiatan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diantaranya adalah Aksi Donor Darah, Bazzar Sembako Murah serta Tausyiah Maulid dari Ust. M. Subki, Lc.

"Maulid merupakan momentum mempererat tali ukhuwah dan meningkatkan pemahaman kita terhadap pentingnya meneladani akhlak Rasulullah" Ust. M. Subki, Lc

Praktis, masyarakat sekitar terlihat antusias berpartisipasi  memeriahkan kegiatan acara Maulid dari Masjid Sidhrotul ini. Bahkan ada warga yang berasal dari luar kelurahan Kebon Bawang sendiri yang turut berpartisipasi.

Adapun yang membuat kegiatan ini terasa istimewa ialah dengan hadirnya Ir. Triwisaksana, Bsc atau lebih akrabnya dikenal sebagai Bang Sani, Calon Gubernur DKI Jakarta. Yang lebih mencengangkan lagi dan agak sedikit membuat panitia deg-degan adalah saat Bang Sani tiba lebih awal yang mana acara memang belum dimulai, bahkan tamu undangan pun belum terlihat hadir, ternyata beliau lebih suka menunggu daripada terlambat.
Bang Sani dalam Sambutannya.

Dalam sambutannya, Bang Sani mengajak hadirin untuk tak henti-hentinya meneladani Rasulullah dalam sikap, perilaku maupun pola pikirnya. Karena menurut Bang Sani Ukuran dari sebuah KEPEMIMPINAN adalah PENGARUH dan Ukuran dari sebuah PENGARUH adalah KETELADANAN. Tak lupa beliau memohon do'a dan restu dari para jama'ah agar beliau bisa maju dalam Pemilukada Gubernur DKI tahun ini.

Sementara itu, Ust. Muhammad Subki Lc dalam Tausyiahnya mengajak ummat Islam untuk memperbanyak sholawat kepada Baginda Rasulullah SAW serta menjadikannya sebagai contoh teladan. "Maulid merupakan momentum mempererat tali ukhuwah dan meningkatkan pemahaman kita terhadap pentingnya meneladani akhlak Rasulullah" demikian ust. Subki, yang juga ketua DPD PKS Jakarta Utara. Kegiatan ini mendapat dukungan dari FORSITMA, JPRMI, PMI serta Remaja Masjid Sidrotul Muntaha. Terakhir, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Maulid ini, saudara Lely Sofyan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya kepada warga Kelurahan Kebon Bawang yang telah berpartisipasi baik yang mendonorkan darahnya maupun ikut serta dalam Tausyiah Maulid ini.
Ust. M. Subki, Lc dalam Tausyiah Maulid.

Kamis, 16 Februari 2012

[Liputan kompas.com] : Parpol Tersandera Korupsi | pksjakut.org

Kompas.com - Partai politik saat ini tersandera kasus-kasus korupsi anggotanya yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat. Praktik saling sandera itu merupakan gaya politik Orde Baru yang bertujuan mengganggu parpol pesaing, terutama dalam persiapan Pemilu 2014. Parpol pun disibukkan oleh penyelamatan citra, melupakan kepentingan rakyat.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Farid Wajdi mengatakan, fenomena itu menunjukkan parpol menjadi bagian dari masalah bangsa ini.

”Yang jelas, masalah bangsa ini semakin sempurna rusaknya tatkala bagian dari masalah itu adalah parpol. Bandul korupsi kini berpindah dari birokrasi ke parpol. Ini bagian dari tragedi bangsa tatkala masalah kebangsaan yang seharusnya diselesaikan melalui artikulasi parpol di DPR justru makin jauh dari harapan,” ujar Farid di Medan, Sabtu (14/5).

Menurut Farid, parpol telah melupakan rakyat sebagai majikan sekaligus konstituen mereka. Rakyat hanya dimanfaatkan untuk bargaining politik, untuk menentukan posisi tawar dalam kekuasaan. ”Negeri ini dibangun untuk menyejahterakan rakyat seperti tertuang dalam konstitusi kita, bukan untuk segelintir orang yang menggunakan parpol merusak sendi bangsa ini. Rakyat harus kritis menghukum parpol dengan tidak lagi memilih mereka dalam pemilu,” katanya.

Pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengatakan, makin banyaknya parpol yang anggotanya tersangkut korupsi menunjukkan bahwa Indonesia belum siap mempraktikkan demokrasi.
”Karena demokrasi harus berkembang seiring dengan tegaknya aturan. Sekarang hukum kita agak ketinggalan, jadi orang berdemokrasi dengan bebas, tetapi aturannya enggak jalan. Akibatnya, kreativitas muncul untuk kepentingan masing-masing. Jadi, demokrasi bukannya menimbulkan manfaat, tetapi mudarat, jadi kacau kita,” kata Jimly.

Pengumpulan dana
Menurut Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bidang Hukum dan HAM Trimedya Panjaitan, kondisi saling sandera itu mengulangi zaman Orde Baru. ”Dahulu Orde Baru sering melakukan kriminalisasi untuk menyingkirkan lawan politiknya. Sekarang, hal hampir sama terulang,” kata Trimedya, Minggu, di Jakarta.

Secara akal sehat, lanjut Trimedya, mereka yang berpotensi menyandera adalah yang memiliki kekuasaan. Pihak yang mudah disandera adalah yang tidak punya kekuasaan.

Bambang Soesatyo, Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, menambahkan, jika ada kader partai diduga terlibat dalam korupsi proyek di kementerian, hal itu terkait kondisi partai saat ini yang sedang berlomba mencari pendanaan untuk operasionalisasi partai dan Pemilu 2014. Apalagi, sebagian besar partai belum memiliki sumber dana internal yang mantap.

”Ada partai yang lalu mengharapkan pengumpulan dana ini dari kadernya. Kondisi diperparah ada politisi yang belum mapan secara ekonomi saat terjun ke politik, bahkan menjadikan politik sebagai area mencari keuntungan ekonomi,” katanya.

Tuntutan pengumpulan dana itu, lanjut Bambang, terutama dihadapi bendahara partai karena pengurus partai ada yang tidak mau tahu kondisi keuangan partai. Yang penting, setiap ada kegiatan partai, harus ada uang.

Untuk mengatasi keadaan itu, ada kader yang lalu jual nama parpol untuk mendapatkan dana, misalnya dari proyek di kementerian. Padahal, tidak ada jaminan semua dana yang diperoleh diserahkan ke partai. Menurut Bambang, sekarang semua dapat dijadikan persoalan dan parpol dalam posisi saling serang. Kondisi itu, kata Bambang, dirasakan Golkar dalam kasus mafia pajak yang diduga melibatkan perusahaan Grup Bakrie.

Menurut Ikrar Nusa Bhakti, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kondisi itu diduga karena hampir semua parpol berusaha menggunakan posisi kadernya di parlemen dan kabinet untuk meraup uang, berapa pun besarnya. Berbagai celah untuk mendapatkan uang pun dimanfaatkan.

Selama ini partai memperoleh sumber dana antara lain dari iuran anggota, pemotongan penghasilan anggota Dewan, bantuan pemerintah, dan sumbangan publik. Kemungkinan salah satu sumbernya adalah dari posisi kader yang menjabat di legislatif dan eksekutif. ”Partai butuh ongkos politik besar, entah untuk pendidikan kader, berbagai program, pemenangan kepala daerah lewat pilkada, atau pemenangan pemilu. Mungkin saja sebagian sumbernya dicari lewat jalan tidak halal,” katanya.

Koordinator Divisi Monitoring Anggaran Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas menilai politikus parpol memang masih rentan terlibat dalam penyimpangan dan korupsi. Masalahnya, sebagian politikus di legislatif atau eksekutif tidak memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.

Belum maksimal
Mahfudz Shiddiq
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Shiddiq, Minggu, di Jakarta, mengakui parpol belum maksimal melaksanakan fungsinya. Tidak sedikit parpol yang terjebak masalah internal dan disibukkan oleh permasalahan yang dihadapi anggotanya.



Menurut Mahfudz, kasus-kasus yang menimpa anggota parpol terjadi lantaran parpol belum maksimal melakukan konsolidasi internal. Bahkan, sering kali relasi antara parpol dan para anggotanya hilang begitu saja setelah mereka terpilih menjadi anggota parlemen. ”Ini kelemahan partai, sistem kontrol terhadap anggota lemah. Kalau kontrol lemah, maka parpol akan disibukkan oleh masalah yang dilakukan anggotanya,” kata Mahfudz.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustopa menambahkan, permasalahan yang menimpa anggota parpol akan memengaruhi kinerja parpol. Minimal, kepercayaan publik terhadap parpol yang anggotanya bermasalah akan turun. Apalagi, lanjut Saan, saat ini harapan masyarakat terhadap kader parpol, terutama yang menjadi anggota parlemen, cukup tinggi.

Oleh karena itu, sudah seharusnya kader benar-benar melaksanakan komitmen partai. ”Ini yang harus menjadi bahan parpol untuk otokritik ke depan. Bagaimana anggota mewujudkan komitmen parpol,” ujarnya.
Dikatakan Jimly, kondisi yang terjadi saat ini karena Indonesia mengalami krisis kepemimpinan. ”Hukum harus ditegakkan, tetapi butuh satu kepemimpinan yang diharapkan menjadi contoh dari atas ke bawah. Kepemimpinan yang efektif menggerakkan roda organisasi. Dengan itu, baru hukum jalan. Kalau hukum jalan, otomatis kebebasan berdemokrasi diimbangi aturan,” katanya.

Menurut Jimly, parpol juga mengalami krisis kepemimpinan sehingga hanya satu orang, baik ketua umum maupun ketua dewan kehormatan partai, yang menjadi penentu. Demokrasi malah tidak berkembang di parpol. Dia mengusulkan agar parpol bisa dihukum langsung oleh rakyat. ”Yang namanya recall oleh parpol harus ditiadakan, diganti dengan recall oleh konstituen. Seperti sekarang ini anggota DPD bisa di-recall oleh daerah pemilihan provinsi masing-masing,” kata Jimly. (BIL/IAM/NTA/NWO)

Jumat, 10 Februari 2012

Partai Masuk Kampung | pksjakut.org

Dari Surat Pembaca dakwatuna.com :
Lhinblue Alfayruz

dakwatuna.com - “Waah Mba, ga bisa kalo pertemuannya hari Minggu besok soalnya ibu-ibu di sini mau pada jalan-jalan ke Ancol gratis…”

“Ohh gitu bu, semua ibu-ibu yang ada di sini ikut semua?”

“Iya, 500 orang disewain bis dan kita dikasih 25ribu. Lumayan Mba, jalan-jalan ke Ancol gratis, dapet uang lagi… hehe”

“Kok bisa gratis bu? Siapa yang ngajakin emang?”

“Itu katanya dari partai, tapi ga dikasih tau partai apaan. Kemarin juga ada yang bagi-bagiin minyak satu liter untuk dua orang dan harus nunjukin dua KTP…”

“Oh gitu… waah, menjelang pilkada, partai udah mulai masuk ya Bu ke kampung-kampung…”

Yuhuuu… Itulah salah satu percakapanku dengan ibu-ibu pedagang binaan. Ternyata, partai udah mulai masuk kampung euy. Oiya, sekadar ngasih tau, kalo daerah yang aku bina adalah salah satu daerah terkumuh, padat penduduk, rawan tawuran, rawan Narkoba. Jadi, memang pas banget untuk diiming-imingi hal-hal seperti di atas oleh partai-partai untuk meraup suara di ajang pilkada.

Hmm… Ada yang bilang, semua partai sama, masuk kampung kalo menjelang pilkada, pemilu, dan pilgub. Apakah itu benar? Apakah benar bahwa semua partai masuk kampung hanya jika menjelang ajang-ajang seperti itu?

Tidak, Kawan! Tak semua partai seperti itu. Tetap ada partai yang berbeda. Ya, walau kadang banyak orang berpendapat kalo partai yang berbeda ini tak beda dengan yang lainnya. Tapi, menurutku ia tetap beda. Tenang, tenang, tulisan ini bukan untuk mempromokan suatu partai. Lagipula, aku pun bukanlah anggota partai tertentu, secara ga punya kartu anggota partai. Hehe… 

Ya, tapi boleh donk kalo aku berafiliasi terhadap satu partai tertentu. Partai apakah itu? Mungkin sudah bisa ditebak kalo aku berafiliasi ke partai apa.

Yup! Partai yang sering disebut sebagai partai dakwah terbuka.

Kenapa berbeda?

Aku akan mengangkat tulisan ini dari sisi ‘partai masuk kampung’ bukan yang lainnya. Jadi, yang aku lihat selama ini, partai dakwah ini masuk kampung ga hanya menjelang ajang-ajang pemilihan. Seperti kita tahu, partai dakwah ini punya kader yang banyak dan loyalitasnya ga usah dipertanyakan. Kader-kader itulah yang tersebar di berbagai daerah, sampai tingkat kelurahan dan RW. Nah, dari organ tingkat kelurahan dan tingkat RW-lah, keberadaan kader-kader ini menyebarkan kebermanfaatannya. Ada yang rutin mengadakan baksos, ada yang mengadakan les bahasa Inggris gratis, ada yang mengadakan pelatihan membuat hantaran pernikahan bagi ibu-ibu, ada yang mengadakan periksa kesehatan gratis, ada yang membuat pengajian remaja, dan masih banyak bentuk kebermanfaatan lainnya yang bukan sekadar jangka pendek untuk meraup suara.

Partai dakwah ini masuk kampung bukan pada saat menjelang pemilihan. Karena memang bukan sekadar suara yang menjadi tujuan. Lebih dari itu, bahwasanya partai dakwah ini memang menebar sebanyak-banyaknya kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar.

Penilaian orang lain tentang partai dakwah ini mungkin berbeda. Yaa, ini hanyalah apa yang aku lihat, dengar dan rasakan.

Rabu, 08 Februari 2012

DPC Tg. Priok & DPRa Papanggo : PKS Mendengar | pksjakut.org

pksjakut.org - Ahad 5 Februari 2012 kemarin, berada dalam satu lokasi secara bersamaan di RT.001/RW.08 Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Pengurus DPC PKS Tg. Priok beserta DPRa PKS Papanggo  mengadakan beberapa Agenda Unggulannya yaitu Dialog dengan segenap Warga Kelurahan Papanggo yang merupakan Program DPC PKS Tg. Priok "PKS Mendengar" serta tak ketinggalan Bakti Sosial dari DPRa PKS Papanggo Pengobatan dan Bekam Gratis.

"..kami ucapkan terimakasih banyak atas kegiatan baksos ini, ini aksi kesekian kalinya dari PKS di wilayah kami, awal tahun lalu pun PKS mengadakan kegiatan yang sama di RW.08, InsyaALLAH inilah aksi nyata yang kami orang kecil butuhkan.."
H. M. Soetara - Ketua RW.08 Kel. Papanggo - Jakarta Utara.
Tingginya antusiasme warga mungkin sudah bukan hal baru lagi disetiap Kegiatan yang PKS adakan, ini ditegaskan kembali oleh Ketua RW.08 Bapak H. M. Soetara didalam sambutannya "..kami ucapkan terimakasih banyak atas kegiatan baksos ini, ini aksi kesekian kalinya dari PKS di wilayah kami, awal tahun lalu pun PKS mengadakan kegiatan yang sama di RW.08, InsyaALLAH inilah aksi nyata yang kami orang kecil butuhkan".   
Foto bersama Tokoh dan Kader PKS.
Disudut lain, terlihat para Warga dan Tokoh Masyarakat sedang asyik berbincang santai dengan para Pengurus DPC PKS Tg. Priok. Program ini bertujuan mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat agar terjadi sinergi antara Program Kerja PKS dengan kebutuhan masyarakat yang Faktual dilapangan. Tak tanggung-tanggung, DPC Tg. Priok langsung menerjunkan Ketua DPC-nya yaitu Ust. Bano Yogaswara beserta Ketua Bidang Pembinaan Ummat - Hendra Cipta dan tak lupa Ketua DPRa Papanggo sendiri - Joko Santoso didampingi oleh Koordinator RW.08 - Indro.
Dialog "PKS Mendengar" dengan Tokoh Masyarakat.
Sebanyak 150 Kupon Baksos yang telah disebar dimasing-masing tingkat RT wilayah RW.08 nampaknya masih jauh dari istilah memenuhi antusiasme kebutuhan warga akan pelayanan kesehatan gratis yang mumpuni. Terbukti dengan masih banyaknya saja warga yang mendaftar namun tidak memiliki kupon yang telah disebar sebelumnya. Namun pihak panitia telah berinisiatif sebelumnya dalam mengantisipasi hal ini dengan menyediakan kupon tambahan.

Dalam melayani Masyarakat, tiada kepuasan terkira ketika melihat dan merasakan berkurangnya beban hidup mereka, wajah sumringah yang menyiratkan kebahagiaan. 

Itu semua sudah lebih dari cukup.(Nurman)

 
 
 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites