Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Pelantikan Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara

Telah dilantik dan diangkat sumpah, Pengurus DPTD PKS Jakarta Utara yang baru dengan Masa Khidmat 2015-2020.

Ir. Ahmad Mardono.

Ketua DPTD PKS Jakarta Utara Masa Khidmat 2015-2020.

Kemenangan yang Hakiki.

Taujih Ketua Majelis Syuro PKS, Ust. Salim Segaf al Jufri.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Berkhidmat untuk Rakyat, serta Warga Jakarta Utara.

Pelantikan Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu.

Pelantikan Akh Noval Abuzar sebagai Ketua DPTD PKS Kepulauan Seribu oleh Ketua DPTW PKS DKI Jakarta, Ust Syakir Purnomo.

Jumat, 30 Desember 2011

Menumbuhkan Kemampuan Menguasai Masyarakat | pksjakut.org

KH. Hilmi Aminuddin
Penguasaan masyarakat akan sangat tergantung pada tumbuhnya enam jenis kader dakwah sebagai berikut,


Pertama, al khotib al jamahiriy, tumbuhnya para khuthoba yang bersemangat, yaitu mereka yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan jelas dan terang, penuh gairah dan dinamika. Para khotib bersemangat muda yang menyampaikan hikmah (pengetahuan) orang-orang tua yang penuh pengalaman (hikmatus syuyukh fi hamasatus syabab). Bukan semangat orang tua dengan pengetahuan pemuda yang cetek. Para khutoba ini hendaknya mampu melakukan tahridh (pengerahan massa) dan menumbuhkan tahmis (semangat) berdasarkan iman dan pengetahuan bukan emosi dan kebencian.

Kedua, al faqih asy sya’biy, orang-orang faqih di tengah masyarakat, yaitu para ulama yang takut pada Allah dan hidup di tengah-tengah masyarakat, memberikan bimbingan dan fatwa-fatwa yang lurus dan benar tentang masalah yang dihadapi masyarakat. Menjadi pendidik dan tempat bertanya yang tidak menimbulkan keraguan dan perpecahan. Selalu menghidupkan toleransi antar mazhab (fiqh) yang menjadi titik temu yang mempersatukan ummat. Dari itu ia senantiasa dicintai, didukung dan dibela oleh masyarakatnya. Khotib jamahiriy menjadi pendorong masyarakat ke jalan Alloh sedang faqih sya’biy membimbing masyarakat dalam jalan Alloh. Dia bukan faqih jetset yang memberi fatwa berdasarkan order, tetapi benar-benar menyuarakan pimpinan Allah dan RasulNya.

Ketiga, al-Amal atau at ta’awuni al khoiriy, aktifitas kejama’ahan sosial. Tujuan utama dari aktifitas ini adalah memfungsikan masjid-masjid sesuai dengan bimbingan Rasululloh. Untuk itu harus dibuat kerjasama sosial dengan berbagai lapisan masyarakat untuk mendekatkan ummat pada masjid. Sasaran program ini adalah ta’zizud da’iyah, memperkuat para da’i sebagai pelopor di berbagai bidang. Para da’i kita hendaknya disokong sepenuhnya agar mampu menyantuni massa umat sehingga ia memiliki gengsi dan prestise yang tinggi yang membuat umat ikut pada arahannya. Biasanya masyarakat kita sangat patuh bila dakwah dimulai dengan santunan yang memperhatikan kebutuhan mereka.

Keempat, masyru’ al iqtishodis sya’biy, menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil. Harakah dakwah harus turut meningkatkan taraf ekonomi umat Islam yang pada umumnya masih sangat lemah. Usaha-usaha ekonomi hendaknya usaha yang ringan, mudah dijangkau dan memasyarakat. Berbagai klub, perhimpunan atau organisasi ekonomi kecil perlu ditumbuhkan dan dibimbing oleh para da’i yang sekaligus menjadi pembimbing rohani mereka. Sasaran program ini adalah agar masyarakat pendukung da’wah dapat iktifa’ dzati (berdikari) di satu sisi dan di sisi lain bisa mengendalikan laju ekonomi secara keseluruhan.

Kelima, al i’lam as sya’biy, penerangan yang memasyarakat. Potensi i’lam hendaknya tumbuh dari orang-orang yang memahami aqidah, fikrah dan manhaj serta mundhobith (disiplin) kebijaksanaan jama’ah, agar pembentukan ro’yul ‘aam (opini umum) sesuai dengan rancangan da’wah. Sebab bidang ini merupakan titik rawan amni suatu gerakan da’wah. Pers yang ditumbuhkan dari dalam adalah pers yang murah dan mudah dibaca oleh masyarakat. Bukan penampilan elite yang membuat umat enggan membacanya atau menyedot potensi harakah dalam mengerjakannya. Yang penting bukan nama besar tetapi kemampuan menyebar dan meluas dengan cepat dalam berbagai bentuknya yang ringan; buletin, brosur, maklumat, majalah, koran dan aneka bentuk lainnya yang murah dan terjangkau, menyebar dari berbagai sumber dan dikerjakan cukup oleh setiap rumah tangga.

Selain itu perlu juga menyokong pers umat Islam yang telah ada agar memiliki ruh dan fikroh Islami. Para pakar jama’ah dakwah hendaknya menyumbangkan tulisan-tulisan bermutu pada pers yang dimiliki umat Islam. Bila perlu kita mampu menumbuhkan pers kaum muslimin menjadi pers harakah. Yaitu pers yang dikendalikan oleh personil harakah kita.

Dalam i’lam sya’bi perlu pula dimunculkan pendidikan Islam melalui radio-radio, televisi dan sebagainya. Tentu melalui thoriqoh yang mungkin bisa ditempuh dengan tidak meninggalkan unsur-unsur syar’i dalam penyajiannya.

Sumber : www.al-intima.com

Kamis, 29 Desember 2011

Antara Benci dan Cinta | pksjakut.org

Oleh Meylina Hidayanti
 
Empat abad silam, setiap pagi seorang lelaki menemui seorang pengemis yahudi tua renta, tak bergigi, lumpuh serta buta kedua matanya, untuk melembutkan makanannya. Pengemis itu begitu membenci Islam sebagaimana ia membenci Rosulullah saw.

Saking begitu besar kebenciannya terhadap Rasulullah, sehingga setiap harinya ia senantiasa mencaci maki Rasulullah saw. Ia memuntahkan kebenciannya kepada Nabi yang datang dari bangsa Arab, bukan Yahudi.

Selain melembutkan makanan, lelaki itu juga memberikan suap demi suap makanan ke mulut sang pengemis tua itu. Dan pada setiap kali suapan itu pula, sang pengemis berkata “bunuh Muhammad... bunuh Muhammad” dan berbagai cacian yang terus keluar dari mulutnya.

Namun si Lelaki ini tetap saja dengan lembut memasukan makanan sesuap demi sesuap ke dalam mulut pengemis tua tersebut, hingga suatu ketika si lelaki tersebut tidak lagi datang menyuapi.

Hari itu, Abu Bakar Ash Shidiq menggantikan perannya. Suap demi suap makanan di masukkan ke dalam mulut si pengemis. “Siapa kau?” pengemis itu terkejut. "Engkau pasti bukan orang yang biasa menyuapiku. Orang itu lebih lembut daripada kau,” lanjutnya,

Abu Bakar menjawab dengan bertanya, “Engkau tahu siapa yang biasa menyuapimu?" Abu Bakar melanjutkan perkataannya. “Dialah Muhammad, Rasulullah. Kini beliau telah wafat. Maka aku datang menggantikan beliau."

Terhenyaklah si pengemis yahudi itu. Serta merta ia menangis. Air matanya
deras mengalir di pipinya. Hingga beberapa saat kemudian, dia pun menyatakan dirinya masuk Islam.


Ada buah yang bisa dipetik dari kisah tersebut betapa maasa lalu, kini dan masa depan selalu terkait, karena itu berhati-hatilah dan waspadai kecenderungan hati, sebab apa yang ada di hati saat ini bisa berubah total di masa depan. Berujar seorang ulama besar Ibnu Katsir, “Harapan itu maksudnya Allah mengubah cinta sesudah benci, rasa sayang sesudah berlawanan, dan keakraban sesudah bercerai berai."

Menyangkut perasan suka dan benci, sahabat sekaligus sepupu Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib ra “Bencilah musuhmu sekedarnya. Karena boleh jadi suatu hari nanti ia akan jadi orang yang kau cintai” (Ali bin Abi
Thalib ra).

Sungguh, bahwa segala sesuatu terdapat kadarnya, maka janganlah kita berlebihan terhadapnya. ”Jadikan rasa cenderungmu senantiasa wajar” (Ibnul Jauzi). Dengan hadirnya rasa benci ataupun cinta, rasa sayang ataupun
bermusuhan, serta keakraban ataupun bercerai berai, mampu membawa kita untuk memahami sebuah proses Bahwa segalanya akan senantiasa mengalami perubahan.

Hati dan perasaan yang ditumbulkan selalu mengalami proses perubahan yang tak akan pernah terhenti hingga sang waktu telah terhenti dengan sendirinya.

Adanya perubahan yang mengajarkan kepada kita untuk menghindari sikap mengklaim ataupun justifikasi terhadap seseorang karena telah hadir  rasa kecenderungan dalam diri. Perlu untuk memahamkan dan menanamkan dalam diri, bahwa rasa kecenderungan itu akan dapat berubah di waktu yang tak ditentukan sebagaimana kisah  pengemis tersebut diatas.

Sebagaimana pula banyaknya orang-orang Quraisy yang memeluk islam setelah kota Mekkah di taklukkan. Sebagaimana pula kisah Umar bin Khattab yang pada awal mulanya begitu membenci islam dan Rasulullah saw bahkan hampir membunuhnya, namun pada akhirnya ia menjadi salah satu sahabat terbaik Rasulullah saw, yang begitu mencintai islam dan Rasulullah saw.

Tak dapat di pungkiri bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan perasaan terhadap sesuatu, baik itu manusia atau benda. Namun, yang terpenting bagaimana memanajemen kecenderungan tersebut dan melatih diri untuk selalu memiliki alasan dan dasar yang kuat pada kebenaran. Sehingga ketika mencintai sesuatu maka ia layak dicintai karena kebenaran dan ketika membenci juga berdasar kebenaran.

Sangat bijak untuk mengikuti doa Rasulullah “Ya Allah, cintakanlah kami akan keimanan dan jadikanlah ia hiasan dalam hati-hati kami, dan jadikanlah kami membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan” (HR.Ahmad)

Belajar berlaku adil, dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, serta sesuai kadarnya. “Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang diantara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di
antara mereka...” (QS.Al Mumtahanah:7) . Wallahu 'alam bi shawab

Senin, 19 Desember 2011

Launching Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPD PKS Jakarta Utara

pksjakut.org - Jakarta Utara. Keluarga yang merupakan unit terkecil dari masyarakat adalah batu bata pertama dan unit social asasi bagi masyarakat. Keluarga mencerminkan pilar masyarakat dan unsur-unsurnya secara struktural dan tanpa mempertimbangkan jumlah anggotanya. Tujuan pertama dari keluarga dalam syari’at islam adalah untuk menjaga eksistensi, sebagai pemakmur bumi dan estafet generasi.
Ust. M. Subki, Lc bersama Ust. Tubagus Arief, S. Ag secara simbolis meresmikan RKI
Merebaknya fenomena permasalahan dalam keluarga Indonesia disebabkan oleh lemahnya pengokohan keluarga yang berperan sebagai fungsi kendali dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya perlu dibangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan-persoalan keluarga, serta mendukung kerja-kerja nyata yang berkaitan dengan pengokohan institusi keluarga.
Dan Bidang Perempuan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Utara turut serta dalam mengemban amanah untuk merealisasikan salah satu Program Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tahun 2011 yaitu Mengembangkan ketahanan keluarga melalui pembentukan Rumah keluarga Indonesia (RKI). Oleh karena itulah, Bidang Perempuan DPD PKS Jakarta Utara bertepatan dengan moment tahun baru 1433 Hijriyyah menyelenggarakan kegiatan Launching Rumah Keluarga Indonesia DPD PKS Jakarta Utara yang dilaksanakan di Kantor DPD PKS Jakarta Utara di Jl. Walang Baru VI No.119 RT.04/07 Kel. Tugu Utara
Koja - Jakarta Utara.
Ust. M. Subki, Lc memberikan Sambutan
Hadir dalam sambutannya, Ketua Umum DPD PKS Jakarta Utara Ust. M. Subki mengatakan bahwa keluarga ikhwan-akhwat bukanlah pasangan suami istri yang tidak akan mengalami permasalahan dalam keluarga. Karena dinamika dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah dialami, namun permasalahannya adalah apakah kemudian mereka yang sudah faham kehidupan keluarga yang islami itu bisa menyelesaikan permasalahan keluarganya sesuai kaidah Islam dan bahkan menularkan kepada keluarga-keluarga lain di masyarakat.  

Kegiatan inti dari launching ini adalah seminar keluarga samara yang di isi oleh pasangan Ust. H. Tubagus Arif dan istri beliau Ustj. Isye Trisyani yang banyak mengulas tentang dinamika keluarga, solusi beserta kisah-kisah tauladan dari para sahabat dan disempatkan pula dengan sesi icebreaking berupa pertanyaan tentang ciri dan kesukaan pasangan masing-masing yang harus bisa dijawab oleh pasangannya, serta test praktek memandikan bayi bagi para bapak dan membersihkan lantai karena balita yg BAK.
Ust. Tubagus Arief, S. Ag bersama Istrinya Ustj. Isye Trisyani

Berbagai simulasi oleh Ust.Tubagus Arief, S. Ag
Acara inipun dimeriahkan dengan pemberian hadiah untuk pasangan suami istri  yang membuat surat cinta terbaik untuk pasangan atau anak-anaknya.(Fitra)

Mabit Sambut Tahun Baru Hijriah

pksjakut.org - JAKARTA. Sabtu 17/12/11 kemarin Komunitas Mabit Astra yang diketuai oleh Akh Sutara mengadakan acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) untuk masyarakat, pengurus dan kader ikhwan-akhwat PKS se-Jakarta Utara. Acara yg bertempat di Masjid Astra ini dihadiri sekitar 50an orang peserta ari berbagai wilayah di Jakarta Utara.


Acara ini di mulai sejak ba’da isya Pkl. 20.00 WIB. Acara pertama di awali dengan Tausyiah oleh Ust. Hariyanto, Lc dengan tema “ANTARA HIJRAH DAN HIJRIAH. Pemaparan tausyiah yang ringan dengan menggunakan layar proyektor serta menampilkan beberapa cuplikan film ini sangat menarik dan cukup mudah untuk di pahami.
Ust Hariyanto, Lc dalam memberikan materi "Antara Hijrah dan Hijriah"

Beranjak ke Pkl 21.30 WIB acara dilanjutkan dengan tausyiah ke-2 oleh Ust. Abdul Aziz Abdurro'uf, Lc. Kali ini temanya masih tentang hijriah yaitu “HIJRAH ITU MEMBAHAGIAKAN”. Acara tausiyah malam pun selesai hingga Pkl. 23.00 WIB. Setelah acara ini para peserta dipersilahkan untuk beristirahat. Acara berlanjut Pkl. 02.30 WIB, peserta di bangunkan untuk mengikuti Qiyyamul Lail atau Shalat Malam (Tahajud) berjama'ah. Kali ini di Imami  oleh Ust. Erfa Hidayat (Hafidz). Dengan bacaannya yang fasih dan perlahan menambah kekusyukan shalat malam hingga tak sedikit peserta yg terisak tangis mendengar lantunan Surah Ar-Rahman.
Ust. Abdul Aziz Abdurro'uf, Lc
Ba’da Qiyyamul lail lalu dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat langsung dilanjutkan acara yg terakhir yaitu kajian ba’da subuh oleh Ust.Syahroni Mardani, Lc dengan mengangkat tema “SELAMAT TINGGAL MASA LALU”. Para peserta yang sejak malam mengikuti acara ini memang terlihat sedikit kelelahan karna mengantuk, tapi hal ini sudah diantisipasi oleh sang Ustadz. Dengan penyajian isi ceramah yg ringan dan diselingi  candaan yg menggelitik membuat para peserta mnjadi lebih segar sehingga pesan yang disampaikan pun mudah ditangkap oleh semua peserta. Acara pun akhirnya berakhir Pkl. 05.30 WIB dan di tutup dengan Do’a. (Nurman).
Ust. Syahroni, Lc

Minggu, 18 Desember 2011

APEL SIAGA : Hailai Ancol Diserbu Kepanduan PKS Jakarta Utara

Jakarta - pksjakut.org. Ahad 18 Desember 2011, waktu menunjukkan Pukul. 08.00 WIB, saat matahari sedang hangat-hangatnya menyapa warga. Tampak dari kejauhan di sekitar Lapangan Parkir Gedung Hailai Ancol, berduyun-duyun Kader Kepanduan PKS Jakarta Utara mendatangi lokasi dengan rata-rata mengendarai kendaraan bermotor roda dua. Praktis hanya dalam hitungan menit, tempat parkir khusus motor sudah penuh. Agak sukar memang menggambarkan bagaimana begitu luarbiasanya semangat para kader PKS yang hadir saat itu, karena sejatinya semua itu tersirat bukan tersurat.
Barisan Pandu Keadilan Jakarta Utara
Dengan mengendarai Mobil Ambulance DPD PKS Jakarta Utara, Panitia Apel Siaga dari BKO DPD PKS Jakarta Utara mulai men-setting tempat jalannya Apel Siaga dengan memasang perangkat Sound System dan sebagainya. Apel Siaga Kepanduan DPD PKS Jakarta Utara ini dihadiri oleh Ketua Deputi Kepanduan DPW PKS DKI Jakarta, yaitu Ust. Rismanto yang mana dalam Apel, beliau bertindak selaku Pembina Upacara.
Suasana Apel Siaga dengan MC Akh Maulana Yusuf
Dari Jakarta Utara sendiri hadir Ketua BKO DPD PKS Jakarta Utara, Ust. S. Reardi berserta jajaran anggota Struktur BKO-nya, Akhwat-akhwat SANTIKA Jakarta Utara dan juga tak ketinggalan para Kader se-Jakarta Utara seperti Ketua-ketua DPRa dari berbagai Kelurahan di Jakarta Utara.

Ketua Deputi Kepanduan DPW PKS DKI Jakarta - Ust. Rismanto
Adapun Apel Siaga ini diselenggarakan sebagai Agenda Konsolidasi Kader PKS terkait dengan Pelayanan Kader terhadap Masyarakat sekitar dalam menghadapi Musim Penghujan khususnya diwilayah Jakarta Utara yang rentan akan bencana banjir. Dalam Amanat Pembina Upacara, Ust. Rismanto menyampaikan pesannya "... bahwa Kader PKS itu sejatinya adalah seorang Pandu ! yang sigap, siap dan siaga dalam semua kondisi apapun... Yang disetiap kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi setiap orang disekelilingnya...".

Apel Siaga ditutup dengan Penyematan Slayer dan Pelampung kepada Ketua Barisan oleh Ust. Rismanto dan lantunan Doa Rhabithah oleh Akh Fahri. (Abu Ay)
Bersatu Bangun Bangsa

Akhwat SANTIKA PKS Jakarta Utara
Selalu Siap Siaga, Pandu Keadilan Jakarta Utara

Sabtu, 17 Desember 2011

Besok! Apel Siaga Kepanduan PKS Jakarta Utara

Assalamu'alaikum WR. WB.
Puji & syukur kita panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta orang-orang yang istiqomah di jalanNya.


Dalam rangka Persiapan , Kesiap-siagaan serta Konsolidasi Kepanduan serta akan tibanya Musim Penghujan, Bidang Kepanduan dan Olahraga DPD PKS Jakarta Utara menginstruksikan seluruh Kader DPD PKS Jakarta Utara untuk hadir dalam "APEL SIAGA KEPANDUAN DPD PKS JAKARTA UTARA" Ahad, 18 Desember 2011 pkl 08.00 s/d Selesai. Bertempat di Lapangan Parkir Hailai Ancol-Pademangan, Jakarta Utara.

Kepada seluruh Ketua DPC, Ketua BKO DPC dan Ketua DPRa PKS se-Jakarta Utara agar menginsruksikan dan  memobilisasi kadernya bisa hadir dalam acara tersebut.

Atas partisipasi dan peran sertanya kami sampaikan Jazakallah Khoirun Katsiraan , semoga ALLAH SWT memudahkan segala urusan serta meringankan langkah kita semua.


Ketua BKO DPD PKS Jakarta Utara
S. Reardi

Kamis, 15 Desember 2011

Reses Ust. Tubagus Arief di Kelurahan Papanggo

PAPANGGO-JAKARTA UTARA. DPRa PKS Papanggo kemarin Rabu 14 Desember 2011 mengadakan Kegiatan Reses Anggota Dewan serta Silaturahim KoRW/KoRT ,Tokoh Masyarakat dan Pengurus DPRa PKS Papanggo beserta Pengurus DPC PKS Tanjung Priok. Kegiatan pun dihadiri oleh Ustadz H.Tubagus Arief, S.Ag selaku Anggota DPRD DKI JAKARTA Komisi B. Acara ini di hadiri oleh 20 Koordinator RW dan RT Yang ada di Papanggo serta para kader dakwah. Acara ini bertempat Di Rumah Makan SAIYO SAKATO Jl.Papanggo Raya Gg.15.

Kegiatan Reses ini merupakan Agenda Rutin DPRD Setiap 4 Bulan sekali. Adapun Reses itu adalah Kegiatan Anggota Dewan yang mana Anggota Dewan harus turun langsung menemui Masyarakat guna menyampaikan Hasil Kinerjanya selama ini dan juga yang paling penting adalah menyerap Aspirasi Masyarakat untuk diperjuangkan nantinya.

Suasana Reses Ust. Tubagus Arief dengan Warga Kel. Papanggo - Jakarta Utara
 
Acara dimulai Pkl 20.00 wib dengan dibuka oleh pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an agar menambah berkah kegiatan ini. Lalu Dilanjutkan ke acara inti Yaitu Mendengarkan paparan Hasil Kinerja DPRD DKI Jakarta oleh Ustadz H.Tubagus Arif S.Ag  Sekaligus Memberikan Kesempatan Kepada Masyarakat Untuk Menyampaikan Pertanyaan serta Masukan. Seorang Warga Asal RW 07 Kel.Papanggo Mas Ilyas memberikan masukan kepada Anggota Dewan agar mengunjungi wilayahnya lebih sering serta lebih memperhatikan nasib warganya. “Saya Harap Pak Tubagus mau mengunjungi warga saya yang ada di RW 07 dan lebih memperhatikan nasib mereka, Dan saya juga mengucapkan terima kasih atas undangan ini yang memang sangat bermanfaat bagi kami”.

Ilyas, salah satu warga Papanggo yang menyampaikan Aspirasinya.

Tepat Pkl 21.00 Acara lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama diselingi dengan acara Ta’aruf Para Pengurus PKS Papanggo Hadir disana Bapak. Joko Santoso(Ketua DPRa), Mas Nurman Setiawan (Sekretaris Umum), Mas Fadzil Noor (Bendahara Umum), Bpk.Abdul Gani (Ketua Bidang Keumatan), Ibu Siti Aliyah (Mewakili Bidang Perempuan), dan Mas Imam Nurcahyo (Mewakili Bidang Kepemudaan). Acara pun berakhir pada pkl 22.00 dan di tutup dengan do’a.

Antusiasme Ibu-ibu dalam menyimak Pemaparan Kinerja Ust. Tubagus Arief, S. Ag.

Sambutan dari Sekum DPC PKS Tanjung Priuk oleh Ust. Suprapto


Senin, 12 Desember 2011

Membangun Soliditas dengan Kader Berkualitas

Oleh : Solikhin Abu Izzuddin
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (q.s. Ash-Shaff: 4)


Dimulai dari kader berkualitas

“Setiap umat memiliki orang kepercayaan. Dan orang kepercayaan umat ini ialah Abu Ubaidah bin Al Jarrah.”

Sebuah soliditas adalah keniscayaan dalam jamaah dakwah. Kita memerlukan energy untuk terus membangkitkan semangat dan menghadirkan sosok-sosok pilihan yang mampu memaknai peran tanpa kehilangan jatidiri sebagai aktifis pergerakan. Kader yang senantiasa tegas dan lantang dalam menyuarakan perubahan demi perubahan. Seperti Abu Ubaidah ibnul Jarrah yang tetap teguh menjaga kepribadian. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda memuji Abu Ubaidah bin Al Jarrah, “Setiap umat memiliki orang kepercayaan. Dan orang kepercayaan umat ini ialah Abu Ubaidah bin Al Jarrah.”

Bagaimana sosok Abu Ubaidah hingga mendapat pujian sebagai orang kepercayaan? Inilah rahasia super murabbi yang hendak kami sajikan. Beberapa episode penting dalam kehidupannya menjadi inspirasi bagi para murabbi untuk terus menempa diri menghadirkan prestasi demi prestasi dalam setiap episode tarbawi dan dalam setiap mihwar da’awi alias orbit dakwah.

Pada suatu hari Abu Ubaidah dan beberapa tokoh kaum Quraisy lainnya pergi ke rumah keluarga Al Arqam untuk bertemu secara langsung dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Oleh beliau, mereka ditawari masuk Islam, dan diperkenalkan syari’at-syari’atnya. Dengan tekun dan tenang Abu Ubaidah mendengarkan apa yang disampaikan oleh beliau. Diam-diam ia mencuri pandang wajah beliau yang nampak sangat rupawan dan bercahaya. Jenggot yang tipis menambah ketampanan beliau. Dan ketika mata Abu Ubaidah beradu pandang dengan mata beliau yang sejuk, seketika ia langsung menunduk dan merasa malu sendiri.

Begitu selesai mendengarkan apa yang disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Abu Ubaidah dan kawan-kawannya segera menyatakan beriman dengan suka rela dan atas kesadaran sendiri, setelah Allah Ta’ala berkenan membukakan hati mereka menerima Islam. Maka dalam waktu yang sama, Abu Ubaidah dan kawan-kawannya sudah menjadi orang muslim.

Yang menarik dari pribadinya adalah sikap-sikap bijaknya dalam mengatasi konflik. Mampu menyelesaikan masalah-masalah pelik dengan strategi yang sangat cantik dan unik.

Berjiiwa Besar dalam Perang Badar

Dalam perang Badar menghadapi konflik batin yang sangat berat. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, banyak para sahabat Nabi syahid di tangan ayahnya sendiri. Terjadi konflik batin, antara membela sahabatnya atau memerangi ayahnya. Dia harus mengambil keputusan. Dia harus bersikap tegas mengatasi konflik itu, dia harus memerangi dan membunuh ayahnya yang musyrik. Dia memenangkan keputusannya. Membunuh ayahnya. Dengan tangannya. Sungguh sebuah medan konflik yang telah diselesaikan dengan cantik.

Dia segera bisa mengambil keputusan yang tegas. Ia lebih mementingkan membela imannya kepada Allah dan mengutamakan akidahnya yang murni daripada menuruti perasaannya sebagai seorang anak terhadap ayahnya. Tanpa ragu-ragu, dia mendekati ayahnya. Segera melancarkan serangan yang mematikan ke tubuh ayahnya, sebelum didahului oleh temannya sesama pasukan muslim. Dan seketika ayahnya tewas di tangannya.

Momentum dalam Perang Uhud

Dalam perang Uhud. Ketika pasukan orang-orang musyrik menyiarkan kabar bohong bahwa Nabi saw telah terbunuh. Pasukan muslimin guncang. Putus asa. Kendor semangatnya. Menyaksikan hal ini Abu Ubaidah segera menghampiri Nabi saw yang sedang mendapat serangan yang sangat gencar. Bibirnya Nabi terluka. Gigi depannya retak. Pelipisnya memar. Wajah berlumuran darah. Luka. Tepat ketika di dekat Nabi, Abu Ubaidah melihat darah mengalir deras dari wajahnya yang elok.

Berkali-kali dia segera berupaya menyeka darah yang terus mengalir. Dia menanggalkan salah satu gigi depan Nabi yang sudah retak dengan cara menggigit. Menggunakan giginya. Tanpa peduli, sekuat tenaga dia tarik gigi depan beliau sehingga akhirnya tanggal. Tentu saja hal ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada beliau. Tak ayal, darah pun mengucur deras dari mulut Nabi. Tetapi dia merasa senang karena bisa mengurangi rasa sakit yang dialami oleh beliau. Itulah sisi lain Abu Ubaidah, berani mengambil resiko terberat agar Rasulullah selamat.

Berhasil dalam Perang Dzatus Salasil

Ketika Rasulullah saw mengutus Amru bin Ash dalam perang Dzatus Salasil, bersama 300 prajurit kaum muslimin. Tatkala mereka mendekati kabilah-kabilah tersebut, ternyata jumlah pasukan musuh amatlah besar. Amru bin Ash kemudian meminta tambahan pasukan kepada Rasulullah saw untuk memperkuat skuad pasukan kaum muslimin.

Rasulullah saw pun mengutus Abu Ubaidah ibnul Jarrah bersama 200 pasukan tambahan. Di dalam pasukan terdapat Abu Bakar Ash-Shiddiq. Rasullah juga mengamanahkan panji kepemimpinan pasukan kepada Abu Ubaidah ibnul Jarrah dan memerintahkan segera menyusul pasukan Amru bin Ash seraya berpesan agar mereka bersatu padu dan tidak berselisih paham.

Ketika Abu Ubaidah tiba bersama pasukannya dan hendak mengimami seluruh pasukan tersebut —karena panji-panji kepemimpinan pasukan sebelumnya diserahkan oleh Rasulullah saw kepadanya—, Amru bin Ash berkata kepadanya, “Sesungguhnya engkau datang kemari untuk menambah pasukan yang aku pimpin. Dan aku adalah komandan pasukan di sini.”

Bagaimanakah sikap Abu Ubaidah?

Abu Ubaidah mematuhi apa yang dikatakan oleh Amru bin Ash yang akhirnya memimpin pasukan kaum Muslimin dan meraih kemenangan.

Saudaraku, Abu Ubaidah mampu memahami esensi pesan Nabi dan tetap menahan diri. “Hendaklah kalian semua bersatu padu dan tidak berselisih paham.” Padahal jelas, Rasulullah menyerahkan panji-panji kepemimpinan pasukan kepadanya, mengapa dia tidak merebut kepemimpinan itu?

Mengapa dia mengalah? Mengapa dia rela dipimpin oleh Amru bin Ash? Mengapa? Justeru di situlah keunggulan integritasnya. Pemimpin sejati adalah yang siap memimpin dirinya sendiri dan lebih mengutamakan soliditas dengan menjaga hubungan daripada memenangkan situasi.

Melejit dalam Berbagai Situasi Sulit

Ketika Rasulullah wafat, terjadi krisis kepemimpinan yang sangat sulit, menyulut konflik dan hampir-hampir memecah belah umat. Kaum muhajirin memilih Abu Bakar, kaum Anshar lebih memilih Sa’ad bin Mu’adz. Di tengah konflik inilah muncul nama Abu Ubaidah. Dia yang dipersaudarakan oleh Nabi dengan Sa’ad bin Mu’adz, tokoh puncak kaum Anshor. Sebenarnya ini sebuah pilihan yang tepat untuk perekat umat. Ini ‘kan kesempatan emas untuk berbuat, memberikan kontribusi penuh manfaat. Namun Abu Ubaidah melihat sesuatu yang oleh orang lain tidak terlihat. Dia bertindak cepat, lalu berseru dengan tawadhu,”Bagaimana kalian bisa mencalonkan aku, sementara di tengah-tengah kalian ada seseorang yang lebih hebat?”

Dia merasa Abu Bakar pilihan yang lebih tepat. Akhirnya Abu Ubaidah segera mengambil tangan Abu Bakar untuk berbaiat padanya, diikuti oleh Umar. Umat pun terselamatkan dari perpecahan. Terpilihlah Abu Bakar sebagai khalifah. Alhamdulillah.

Episode demi episode dilalui Abu Ubaidah penuh dengan pilihan-pilihan sulit. Saat berperang melawan Romawi di bawah pimpinan Heraklius, dalam kondisi terdesak dia mengutus kurir menemui sang khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq di Madinah untuk meminta pertimbangan. Khalifah mengirimkan pasukan tambahan dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu pasukan yang sudah ada, seraya menginstruksikan:

“Aku mengangkat Khalid bin Al Walid sebagai panglima untuk menghadapi pasukan Romawi di Syiria. Dan aku harap kamu jangan menentangnya. Tetapi ta’atilah dia, patuhilah perintahnya. Aku memang sengaja memilihnya sebagai panglima, meskipun aku tahu kamu lebih baik daripadanya. Tetapi aku yakin dia memiliki kelihaian perang yang tidak kamu miliki. Mudah-mudahan Allah selalu menunjukkan kita kepada jalan yang lurus.”

Abu Ubaidah menerima perintah khalifah dengan lapang dada. Rela sepenuhnya. Dia sambut Khalid bin Walid dengan suka cita. Dia serahkan tampuk kepemimpinan kepadanya dengan sikap hormat. Khalid tahu, Abu Ubaidah seorang komandan yang cerdas, berpengalaman, dan pemberani. Dia menunjuk Abu Ubaidah sebagai komandan pasukan kavaleri. Lalu pasukan berangkat. Mengepung Damaskus. Khalid bin Walid bergerak ke pintu gerbang kota sebelah timur, Abu Ubaidah bergerak ke pintu gerbang daerah Jabiyah. Komandan-komandan yang lain bergerak ke gerbang masing-masing.

Kekuatan pasukan kaum muslimin berhasil mengepung kota yang sangat kuat tersebut dari segala penjuru. Karena terus didesak, penduduk kota Damaskus berusaha melakukan perlawanan dengan sangat gigih untuk mempertahankan kota mereka yang tercinta. Di tengah keadaan yang sangat genting tersebut, ketika pasukan kaum muslimin bertempur habis-habisan dengan pasukan Romawi, Umar bin Khattab ra menemui Abu Ubaidah. Membawa kabar, Abu Bakar telah wafat. Umar juga hendak memecat panglima Khalid bin Al Walid, mengembalikan kepemimpinan kepada Abu Ubaidah.

Abu Ubaidah menyembunyikan berita duka agar tidak terdengar oleh pasukan kaum muslimin yang sedang gigih bertempur di bawah komando panglima Khalid bin Walid melawan pasukan Romawi. Dia khawatir berita kematian sang khalifah Abu Bakar membuat suasana gempar sehingga kekuatan jadi buyar. Bahkan surat Umar untuk pemecatan Khalid bin Al Walid dia tahan, mencari waktu yang tepat benar. Sebab, mereka tengah menghadapi pasukan yang sangat tangguh. Bahkan keadaan pasukan kaum muslimin sedang terdesak. Abu Ubaidah tetap tegar dan tidak mau menyerah. Dia terus berjuang habis-habisan. Dia merasa jika terus menerus mengepung kota Damaskus yang sangat kuat, bisa menguras kekuatan pasukan kaum muslimin, melemahkan semangat mereka, dan menimbulkan kebosanan. Akhirnya dia mencari jalan keluar. Menawarkan gencatan kepada penduduk kota Damaskus. Namun dalam waktu yang bersamaan Khalid bin Al Walid baru saja berhasil mendobrak pintu gerbang kota sebelah timur sehingga dapat memasuki kota tersebut dengan leluasa.

Abu Ubaidah dan Khalid bin Al Walid lalu bertemu. Mereka terlibat perdebatan sengit tentang apa yang harus dilakukan terhadap kota Damaskus, apakah ditaklukkan dengan kekerasan atau memilih jalan damai, gencatan senjata?

Abu Ubaidah bersikukuh menempuh jalan damai dengan penduduk Damaskus, sehingga Khalid bin Walid pun luluh. Mengalah demi menghormati Abu Ubaidah yang terlanjur telah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Damaskus. Khalid bin Al Walid tunduk patuh kepada Abu Ubaidah setelah mengetahui bahwa dirinya sudah dipecat sebagai panglima oleh Umar bin Khattab, khalifah yang baru.

Belajar Keulungan dari Abu Ubaidah

Mari kita belajar dari salah seorang dari Sepuluh Orang yang Dijamin Surga, dialah Abu Ubaidah ibnul Jarrah. Seluruh mozaik kehidupannya perlu kita telisik dengan unik karena sosoknya mencerminkan kader pengokoh soliditas jamaah terutama di saat sulit, dalam berbagai medan konflik dapat dilalui dengan cantik. Kalau surga merindukannya tentunya ini pula yang menjadi obsesi kita.
  • Pertama, cepat merespon kebaikan demi kebaikan sejak pertama kali bergabung bersama Islam. Prestasi keislamannya dan berbagai peran unggulannya munculnya dari tarbiyah yang paripurna. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat baik.” (q.s. An-Nahl: 128)
  • Kedua, memiliki visi yang kuat dalam berjamaah. Yakni keterikatan dia pada jamaah karena ikatan visi, ikatan aqidah, keimanan, dakwah dan ukhuwah bukan karena ikatan kepentingan berupa jabatan, gengsi popularitas maupun kenikmatan duniawi yang sesaat. Medan konflik peran dan konflik batin mampu dilalui dengan sangat manis karena orientasi rabbani benar-benar menghunjam dalam diri.
  • Ketiga, mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan dan mensinergikannya menjadi jalan kemenangan demi kemenangan meski kemenangan tersebut bukan diatas namakan pada dirinya. Dia mampu menahan diri untuk tidak begitu menyampaikan berita-berita penting di saat-saat genting agar tidak menimbulkan konflik yang meruncing. Seorang murabbi dan para pemimpin dakwah mesti memiliki kecerdasan praktis seperti ini. Yakni kecerdasan untuk mengetahui apa yang harus dikatakan kepada orang tertentu, mengetahui kapan mengatakannya, tahu bagaimana mengatakannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (Robert Sternberg – dalam buku OUTLIERS Malcolm Gladwell)
  • Keempat, organisasi adalah system dan sarana bukan tujuan. Dalam menjaga soliditas jamaah dakwah Abu Ubaidah sangat peka merasakan betapa pentingnya menjaga soliditas team dan keberlangsungan system karena adanya tujuan-tujuan agung dakwah yang hendak diraih bersama.
  • Kelima, Selalu berorientasi memberi. Bila setiap kader memiliki jiwa seperti Abu Ubaidah kita akan merasakan atmosfer tarbiyah dan aura dakwah begitu melimpah ruah karena para ikhwah adalah barisan orang-orang yang sadar untuk memberikan kontribusi dalam perjuangan. Dan ini bisa dibangun dari lima pilar kesadaran berorganisasi atau berjamaah dalam kemenyeluruhan dakwah Islamiyah, yakni :

1. Individu bagian dari FUNGSI pencapaian TUJUAN.
2. Semangat MEMBERI mengalahkan semangat MENERIMA.
3. SIAP menjadi TENTARA KREATIF dalam bingkai KESETIAAN dan KETAATAN.
4. Berorientasi pada KARYA bukan POSISI
5. BEKERJASAMA walaupun BERBEDA
(M. Anis Matta, Dari GERAKAN ke NEGARA)


Bukan Menuntut tapi Memulai…

Soliditas itu dimulai dan dibangun dari dalam diri setiap kader dakwah, murabbi dan murabbiyah secara sadar. Sebab kebanyakan orang keluar dari organisasi --menurut Azim Premji Milyuner Muslim dari India—bukan karena tidak cinta kepada organisasinya namun karena manajemen yang buruk. Nah, kader-kader dakwah yang clear, care and competence mesti menjadi pelopor kebaikan dalam diri dengan mampu menjaga quwwatush shilah billah yang terimplementasi dalam ranah ukhuwah dari tataran dasar salamatush shadr hingga puncak itsar.

Inilah cara sehat untuk sehat. Kita sehat kalau berpikir untuk memberi manfaat kepada orang lain dan kita mudah lelah dan sakit bila hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Saat kita memberikan yang terbaik, sesungguhnya kebaikan itu akan kembali kepada kita juga.

Saudaraku, mari kita membentuk diri dengan spirit keulungan seorang murabbi sejati. Super murabbi didikan Rasulullah. Abu Ubaidah yang mampu mengelola konflik demi konflik dengan apik. Bukan untuk kebesaran dirinya tapi untuk kemenangan bersama. Kemenangan besar. Itulah yang mensurgakan perannya, yang mengangkat kebesaran jiwanya. Keunggulan dalam ketawadhu’an. Ketegasan dalam kesabaran.

Dibutuhkan kesabaran yang super seperti Abu Ubaidah untuk bisa meraih kemenangan yang besar. Kesabaran untuk kebesaran. Itulah cara mengelola sikap optimisme agar menjiwa, mendarahdaging, mensumsum tulang dalam berpikir menang. Kemenangan di alam jiwa, kemenangan di alam nyata.

Begitulah hidup. Lebih bermakna bila fokus pada kualitas tanpa meremehkan kuantitas. Adapun bila kualitas bergabung dengan kuantitas tentu akan menjadi kekuatan super dahsyat. Seperti kejeniusan pikiran seorang pemimpin, bersarang dalam hati yang ikhlas, tegak di atas fisik yang kuat, dan tampak dalam kemuliaan akhlak.

Semoga kita bisa mewujudkannya… dan itu dimulai dari dalam diri setiap ikhwah, kader-kader dakwah dan tarbiyah. Ya Ayyuhalladziinaa aamanuu intanshurullaha yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum.

-----
Maraji’:
1. Sepuluh Orang yang Dijamin Masuk Surga -
2. Outliers – Malcolm Gladwell
3. Dari Gerakan ke Negara – Anis Matta
4. Happy Ending full Barokah – Solikhin
5. Azim Premji ‘Billgate Muslim’ dari India – Haris Priyatna


*posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Indonesia

Astaghfirullah, Capres AS Sebut Palestina Bangsa yang Sengaja 'Diciptakan' untuk Hancurkan Israel

PKSJAKUT.ORG, WASHINGTON - Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Newt Gingrich menuai kontrovesi. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa Palestina adalah sengaja "diciptakan" orang-orang yang ingin menghancurkan Israel.


Berbicara pada Jewish Channel, Gingrich, yang telah naik ke puncak jajak pendapat Partai Republik dan diprediksi sebagai penantang kuat Presiden Barack Obama dalam pemilihan November 2012, ia mengaitkan Palestina dengan Dinasti Usmaniyah yang pernah berjaya di Eropa.
"Ingat, tidak ada Palestina sebagai sebuah negara. Ini adalah bagian dari Kekaisaran Usmaniyah sampai awal abad 20," kata Gingrich.

"Saya berpikir bahwa orang-orang Palestina adalah bangsa Arab, dan yang secara historis merupakan bagian dari komunitas Arab Dan mereka memiliki kesempatan untuk pergi. Dan untuk berbagai alasan politik mereka melakukan peperangan terhadap Israel sampai sekarang sejak tahun 1940-an, dan itu tragis," katanya.

Gingrich bersama dengan kandidat Republik lainnya tengah berjuang untuk  menarik dukungan Yahudi dengan bersumpah untuk meningkatkan hubungan AS dengan Israel jika terpilih.

Gingrich mengatakan kelompok militan Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, dan Otoritas Palestina, yang mengendalikan Tepi Barat, merupakan "keinginan yang besar untuk menghancurkan Israel."

Gingrich juga mengatakan ia akan bersedia untuk mempertimbangkan pemberian grasi kepada Jonathan Pollard Jay, yang telah menjalani hukuman penjara seumur hidup sejak tahun 1987 untuk membocorkan rahasia AS ke Israel. Berturut-turut, presiden AS telah menolak permohonan Israel untuk membebaskan dia.

Minggu, 11 Desember 2011

PKS DKI Jakarta Gelar Rakerwil

Jakarta - Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS DKI Jakarta menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Lembang Bandung Jawa Barat, Sabtu-Ahad (10-11).

Rakerwil di ikuti para pengsionaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) beserta bidang-bidang di dalamnya. Acara juga diikuti oleh para pengurus dari Lima DPD di Jakarta, yaitu DPD Jakarta Pusat, Selatan, Utara, Timur dan Barat.

Kiri-Kanan : Selamat Nurdin, Tri Wisaksana, Abdulrahman Suhaimi

Acara dimulai dengan sambutan para Ketua DPTW, yaitu  Ketua DPW Selamat Nurdin, Ketua DSW Abdulrahman Suhaimi dan Ketua MPW Triwisaksana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tiap-tiap bidang di DPW berupa laporan evaluasi kerja tahun 2011 dan program kerja tahun 2012.

Dalam sambutannya, Triwisaksana mengatakan bahwa konsolidasi struktur di PKS DKI Jakarta telah selesai lengkap dengan susunan poengurusnya dan berlanjut ke fase koordinasi. "Partai lain masih hiruk pikuk melakukan konsolidasi dan melengkapi  kepengurusan, PKS lebih siap masuk ke dalam ranah pilkada, hal ini pertanda kemenangan kita," terang pria yang akrab disapa dengan Bang Sani ini penuh semangat. (adine)

Ust. Abdul Aziz Matnur : Kembali Ke Illahi Kala Mengaji

Jakarta(11-12-11) - Abdul Aziz Matnur anggota Wilayah Dakwah (Wilda) Banten dan Jawa Barat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meninggal dunia Sabtu pagi (10/12/11) di kediamannya Jl. H. Ilyas RT. 01 RW.10 Petukangan Utara Pesanggarahan Jakarta selatan pukul 10.15 WIB.

Menurut Muhammad Yamin, Ketua DPC PKS Pesanggrahan, Almarhum meninggal mendadak disebabkan serangan jantung koroner saat mengisi pengajian rutin ibu-ibu dirumah almarhum. “Sebelumnya Waktu itu beliau sempat pingsan, dan diperiksa oleh salah seorang anggota jamaah yang menjadi dokter saat hadir dalam pengajian” Tuturnya.

Yamin menjelaskan, saat kejadian Abdul Aziz sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aminah Jl. Kreo Selatan Larangan Tangerang, tidak jauh dari kediamannya. Namun sampai di Rumah Sakit nyawanya sudah tidak tertolong lagi. “Menurut dokter beliau sudah meninggal dunia sejak di rumah” Kata Yamin.

Nampak ratusan kader PKS dan masyarakat hadir untuk melayat dan mensholatkan serta menghantarkan jenazah almarhum ke pemakaman di daerah Kreo Selatan Larangan Tangerang Banten tempat Almarhum di lahirkan. Turut hadir pula para tokoh PKS seperti Ustadz Ma’mur Lc, Ketua Wilda Banjabar, Nasir Jamil dan Mutamimul Ula yang merupakan anggota DPR RI dari PKS dan Triwisaksana wakil DPRD DKI Jakarta.
Abdul Aziz Matnur merupakan putra Jakarta yang lahir tanggal 9 November 1969. Almarhum meninggalkan 4 orang anak yang masih sekolah di bangku SMA dan SMP dari pernikahannya dengan Fatimah. Sebelumnya pernah menjabat menjadi ketua DPD Partai Keadilan Jakarta Barat pada tahun 1998 yang menghantarkannya menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode tahun 1999-2004. Selain sebagai aktifis partai, almarhum juga dikenal sebagai muballigh di kalangan masyarakat yang kerap mengisi kajian-kajian Tafsir Qur’an di Masjid atau pembicara dalam acara seminar.
Semoga segala amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang sebaik-baiknya disisi-Nya. Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’un. [Mjundi/Ard]








Jumat, 09 Desember 2011

Rekomendasi Film Akhir Tahun 2011 : HAFALAN SHALAT DELISA

JAKARTA - Setelah sekian lama masyarakat Indonesia disuguhkan oleh film-film yang tidak mendidik dan terkesan kurang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa ini. Akhirnya pada tanggal 22 Desember 2011 nanti, Film dengan berjudul "Hafalan Shalat Delisa" akan ditayangkan di Bioskop-bioskop tanah air.

Berikut ini adalah Sinopsis dari Film Hafalan Shalat Delisa :
Delisa (Chantiq Schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di Lhok Nga desa kecil di pantai Aceh, mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian), Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil Ummi (Nirina Zubir), serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi)

26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara.

Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana.

Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan.

‘Delisa cinta Ummi karena ALLAH’

Kamis, 08 Desember 2011

Rakor DPD PKS Jakut dengan DPC : Evaluasi Program Kerja DPC Jelang Tahun 2012

JAKARTA-Malam Kamis (07-12-11) Pukul 21.17 WIB bertempat di Markas Da'wah DPD PKS Jakarta Utara, disaat seharusnya orang-orang beristirahat melepas lelah atau berkumpul dengan keluarga setelah seharian beraktivitas, namun para Qiyadah (Pimpinan) Ikhwah masih saja mencurahkan dedikasinya disisa-sisa energi, waktu dan pikirannya demi kemaslahatan Ummat yang menjadi Amanat bersama. 

Karena disaat lelah menghampiri dan mendadak diri ini ingin beristirahat, maka sejatinya kematian lebih pantas bersamanya. Istirahat ? berarti Mati. Itulah Totalitas para Pengusung Da'wah ini yang merasuk dan mendarah daging ditiap-tiap jiwanya.

Ketua DPD PKS Jakut Ust. M. Subki, Lc memimpin Rakor dengan Ketua-ketua DPC dan Anggota BPH DPD

Hadir sebagai Pimpinan Rapat, Ketua DPD PKS Jakarta Utara yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, Ust. M. Subki , Lc beserta jajaran anggotanya di masing-masing Bidang dari DPD dan Ketua-ketua DPC se-Jakarta Utara. Adapun Rapat Rutin Koordinasi DPD dengan DPC-DPC kali ini mengagendakan beberapa hal yang menarik, diantaranya  adalah : 
  1. Perencanaan dan Persiapan Rakerwil DPW PKS DKI Jakarta di Lembang, Bandung 10-11-11.
  2. Optimalisasi Struktur DPC dan DPRa terhadap iklim organisasi yang dikelola.
  3. Revitalisasi Struktur DPC dan DPRa.
  4. Laporan masing-masing Ketua DPC se-Jakarta Utara terkait sepak terjang DPC dalam melayani Ummat selama kurun waktu 2011.
  5. Pematangan Program Kerja 2012, yang mana semua Agenda di integrasikan terhadap Pemenangan Da'wah (Pilkada).
Akhir kata, Ust. Subki memberikan arahannya bahwasanya dengan mengharap Ridho ALLAH SWT, kepada seluruh Kader PKS Jakarta Utara agar selalu menjaga Soliditasnya dan terus berupaya meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Jakarta Utara. (AA)

Ketua DPD PKS Jakarta Utara Ust. M. Subki, Lc memberikan arahan terkait kebijakan Partai dengan didampingi Sekum DPD, Ust. Liki Syahrial

Bekerja untuk Jakarta Utara.

Rabu, 07 Desember 2011

Akan Ada Program Takaful Untuk Kader

JAKARTA-Rakornas bendahara DPW PKS se Indonesia diselenggarakan di Hotel Atlet Century, Senayan,  Jakarta tanggal 3 - 4 desember 2011. Acara yang diselenggarakan oleh bendahara DPP PKS tersebut mengundang seluruh bendahara DPW PKS yang tersebar di 33 Provinsi se Indonesia.

Agenda utama Rakornas 2011 kali ini adalah untuk mengkonsolidasikan bentuk laporan keuangan tahunan nasional dan evaluasi program kebendaharaan setiap Wilayah.


Selain itu, dalam berbagai pembahasan Rakornas juga disepakati untuk mencanangkan program takaful (semacam asuransi) bagi kader PKS, khususnya dibidang kesehatan, dengan salah satu pilihan utama adalah menggunakan fasilitas BUMN yang selama ini dinilai berkinerja cukup baik, yaitu Jamsostek.

Penggunaan Lembaga Jamsostek bahkan sudah dikonsultasikan kepada Dewan Syariah Pusat, dan diizinkan karena sifat sebenarnya dari kerjasama dengan Jamsostek adalah ta'awun bukan sekedar pembelian asuransi biasa.

Selain acara rapat koordinasi dalam ruangan, tak lupa diselenggarakan juga acara riyadhoh bersama di seputaran Gelora Bung Karno.

Acara rakornas diakhiri dengan workshop penyusunan laporan dana partai dan pembuatan komitmen bersama bendahara DPP dan DPW seluruh Indonesia untuk melaksanakan program bersama.

Usai Acara Riyadhoh para Bendahara di Gelora Bung Karno-Senayan

Selasa, 06 Desember 2011

Doa Rabithah: Doa di Sepanjang Mihwar Dakwah

Oleh : Cahyadi Takariawan
Siang tadi (Sabtu 3 Desember 2011), saya mengikuti acara Tatsqif Kader Dakwah di Markaz Dakwah Gambiran, Yogyakarta. Ustadz Tulus Musthafa menyampaikan tausiyah yang sangat mengena. Penjagaan terhadap kader pada era dakwah di ranah publik harus semakin dikuatkan. Sarananya, kata beliau, telah terangkum dalam Doa Rabithah yang rutin kita baca setiap pagi dan petang.

Sembari mengikuti tausiyah beliau, ingatan saya menerawang jauh ke belakang.....

Suatu masa, di era 1980-an.....

Tigapuluh tahun yang lalu, beberapa orang aktivis dakwah, tidak banyak, hanya beberapa orang saja, duduk melingkar dalam sebuah majelis. Di ruangan yang sempit, diterangi lampu temaram, duduk bersila di atas tikar tua, khusyu’, khidmat, tawadhu’.

Tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Berbincang membelah kesunyian, pelan-pelan, tidak berisik. Semua datang dengan berjalan kaki, naik sepeda tua, atau naik kendaraan umum saja. Pakaian mereka sangat sederhana, apa adanya, bersahaja. Hati mereka sangat mulia.

Duapuluh tahun yang lalu, beberapa orang itu bercita-cita tentang kejayaan sebuah peradaban. Cita-cita besar, mengubah keadaan, menciptakan peradaban mulia. Wajah mereka tampak teduh, air wudhu telah membersihkan jiwa dan dada mereka. Tidak ada yang berbicara tentang fasilitas, materi, jabatan dan kekuasaan.

Mengakhiri majelis, mereka menundukkan wajah. Tunduk dalam kekhusyukan, larut dalam kehangatan persaudaraan, hanyut dalam samudera kecintaah. Doa Rabithah mereka lantunkan. Syahdu, menusuk kalbu.

Air mata berlinang, bercucuran. Akankah segelintir orang ini akan bisa mengubah keadaan ? Akan beberapa orang ini akan mampu menciptakan perubahan ? Hanya Allah yang mengetahui jawaban semua pertanyaan. Doa telah dimunajatkan, dari hati yang paling dalam :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu”.

“Maka kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar”.

“Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu, matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu”.

“Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin”.


Sejuk, menyusup sampai ke tulang, mengalir dalam darah. Meresap hingga ke sumsum dan seluruh sendi-sendi tubuh. Merekapun berdiri, berangkulan, bersalaman dengan erat. Masing-masing meninggalkan ruangan. Satu per satu. Hening, tenang. Tidak ada kegaduhan dan kebisingan.

Masa bergerak, ke era 1990-an

Sekumpulan aktivis dakwah, cukup banyak jumlahnya, berkumpul dalam sebuah ruangan yang cukup luas. Ruang itu milik sebuah Yayasan, yang disewa untuk kantor dan tempat beraktivitas. Mampu menampung hingga seratus orang. Semua duduk lesehan, di atas karpet. Lampu cukup terang untuk memberikan kecerahan ruang.

Sebuah Daurah Tarqiyah dilakukan. Para muwajih silih berganti datang memberikan arahan. Taujih para masyayikh di seputar urgensi bersosialisasi ke tengah kehidupan masyarakat, berinteraksi dengan tokoh-tokoh publik, memperluas jaringan kemasyarakatan dengan pendekatan personal dan kelembagaan. Semua aktivis diarahkan untuk membuka diri dan berkiprah secara luas di tengah masyarakat. Membangun jaringan sosial dan membentuk ketokohan sosial.

Sekumpulan aktivis dakwah, jumlahnya cukup banyak, datang dengan mengendarai sepeda motor, beberapa tampak mengendarai mobil Carry dan Kijang tua. Wajah mereka bersih, bersinar. Penampilan mereka tampak intelek, namun bersahaja. Sebagian berbaju batik, sebagian lainnya berpenampilan rapi dengan setelan kemeja dan celana yang serasi.

Acara berlangsung khidmat dan sederhana. Namun sangat sarat muatan makna. Sebuah keyakinan semakin terhujamkan dalam jiwa, bahwa kemenangan dekat waktunya. Kader dakwah terus bertambah, aktivitas dakwah semakin melimpah ruah. Semua optimis dengan perkembangan dakwah.

Usai acara ditutup dengan doa. Hati mereka khusyu’, jiwa mereka tawadhu’. Sekumpulan aktivis dakwah, cukup banyak jumlah mereka, menengadahkan tangan, sepenuh harapan dan keyakinan. Munajat sepenuh kesadaran :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu”.

“Maka kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar”.

“Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu, matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu”.

“Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin”.
Mereka berdiri, berangkulan, bersalaman dengan erat dan hangat. Hati mereka tulus, bekerja di jalan kebenaran, pasti Allah akan memberikan jalan kemudahan. Doa Rabithah mengikat hati-hati mereka, semakin kuat, semakin erat.

Perlahan mereka meninggalkan ruangan, menuju tempat beraktivitas masing-masing. Khidmat, hening, namun tetap terpancar wajah yang cerah dan harapan yang terang benderang.

Masa terus mengalir, sampai ke era 2000-an....

Para aktivis dakwah berkumpul, jumlah mereka cukup banyak. Memenuhi ruangan ber-AC, sebuah gedung pertemuan yang disewa untuk kegiatan. Diterangi lampu terang benderang, dengan sound system yang memadai, dan tata ruang yang tampak formal namun indah. Tampak bendera berkibar dimana-mana, dan sejumlah spanduk ucapan selamat datang kepada peserta dipasang indah di berbagai ruas jalan hingga memasuki ruangan.

Sebuah kegiatan koordinasi digelar untuk mempersiapkan perhelatan politik tingkat nasional. Para aktivis datang dengan sepeda motor dan mobil-mobil yang tampak memadati tempat parkir. Mereka hadir dengan mengenakan kostum yang seragam, bertuliskan kalimat dan bergambarkan lambang partai. Di depan ruang, tampak beberapa aktivis berseragam khas, menjaga keamanan acara.

Para aktivis dakwah berkumpul, jumlah mereka cukup banyak. Mereka duduk berkursi, tampak rapi. Pakaian mereka formal dan bersih, sebagian tampak mengenakan jas dan dasi, bersepatu hitam mengkilap. Sebagian datang dengan protokoler, karena konsekuensi sebagai pejabat publik. Ada pengawal, ada ajudan, ada sopir, dan mobil dinas.

Para qiyadah hadir memberikan arahan dan taklimat, sesekali waktu disambut gegap gempita pekik takbir membahana. Rencana Strategis (Renstra) dicanangkan, program kerja digariskan, rancangan kegiatan telah diputuskan, para kader siap melaksanakan seluruh keputusan. Acara berlangsung meriah, diselingi hiburan grup nasyid yang tampil dengan penuh semangat.

Acara selesai, diakhiri dengan doa. Seorang petugas maju ke mimbar, memimpin doa, munajat kepada Allah dengan kerendahan hati dan sepenuh keyakinan akan dikabulkan. Doa pun diumandangkan :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu”.

“Maka kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar”.

“Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu, matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu”.

“Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin”.

Acara resmi ditutup. Para aktivis berdiri, berjabat tangan, meninggalkan ruangan dengan khidmat. Terdengar kebisingan suara sepeda motor dan mobil yang mesinnya dihidupkan. Sepeninggal mereka, tampak panitia sibuk membereskan ruangan.

Masa cepat bergulir, hingga di era 2010-an.....

Para aktivis dakwah berkumpul, jumlah mereka sangat banyak. Harus menyediakan ruangan yang sangat besar untuk menampung jumlah tersebut. Ruang kantor Yayasan sudah tidak bisa menampung, ruang pertemuan yang sepuluh tahun lalu digunakan, sekarang sudah tampak terlampau kecil. Harus menyewa gedung pertemuan yang memiliki hall besar agar menampung antusias para aktivis dari berbagai daerah untuk datang.

Para aktivis dakwah berkumpul, jumlah mereka sangat banyak. Mereka datang naik pesawat, berasal dari Aceh hingga Papua. Berseragam rapi, semua mengenakan atribut dan jas berlambang partai. Peserta yang datang dari wilayah setempat datang dengan mobil atau taksi. Semua tampak rapi dan bersih.

Ruangan yang besar itu penuh diisi para aktivis dakwah yang datang dari seluruh pelosok wilayah. Dakwah telah tersebar hingga ke seluruh penjuru tanah air. Sebagian telah menempati posisi strategis sebagai pejabat pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, baik di eksekutif maupun legislatif. Hadir dengan sepenuh keyakinan dan harapan akan adanya perubahan menuju pencerahan.

Berbagai problem dan persoalan diutarakan. Berbagai ketidakpuasan disampaikan. Banyak kritik dilontarkan. Banyak saran dan masukan diungkapkan. Semua berbicara, mengevaluasi diri, mengaca kelemahan dan kekurangan, memetakan arah tujuan, namun tetap dalam bingkai kecintaan dan kasih sayang. Para aktivis sadar bahwa masih sangat banyak kekurangan dan kelemahan yang harus terus menerus diperbaiki dan dikuatkan. Semua bertekad untuk terus berusaha menyempurnakan.

Sang Qiyadah memberikan taujih dengan sepenuh kehadiran jiwa, “Nabi telah berpesan, bahwa sesungguhnya kalian dimenangkan karena orang-orang lemah di antara kalian. Maka tugas kita adalah selalu memberikan perhatian terhadap masyarakat, terlebih lagi kelompok dhuafa. Termasuk dhuafa di antara kader dakwah. Jangan pernah melupakan kerja para kader yang telah berjuang di pelosok-pelosok daerah. Lantaran kerja merekalah kita diberikan kemenangan oleh Allah”.

Lugas, tuntas. Arahan telah sangat jelas. Acara pun berakhir, ditutup dengan doa. Seorang petugas maju ke mimbar, mengajak semua peserta menghadirkan hati dan jiwa, dengan khusyu’ munajat kepadaNya agar senantiasa diberikan pertolongan dan kekuatan. Doapun dilantunkan :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah berpadu dalam membela syari’at-Mu”.

“Maka kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukilah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar”.

“Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan tawakkal kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu, matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu”.

“Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin”.

Ternyata, doa Rabithah telah menghiasi perjalanan panjang kami. Bergerak melintasi zaman, dengan beragam tantangan, dengan aneka persoalan. Para aktivis selalu setia dengan arah tujuan, bergerak pasti menuju ridha Ilahi. Doa Rabithah tidak pernah lupa dimunajatkan, di waktu pagi dan malam hari.

Kesetiaan telah teruji pada garis waktu yang terus bergerak. Lintasan mihwar membawa para aktivis menuju kesadaran, bahwa kejayaan adalah keniscayaan, selama isi Doa Rabithah diamalkan, bukan sekedar diucapkan.....

Kabulkan permohonan kami, Ya Allah....




Minggu, 04 Desember 2011

Kader PKS Besok Puasa Tasu'a dan 'Asyura

Hari ‘Asyura berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram. Hari ini memiliki keistimewaan tersendiri di dalam islam. Nabi Muhammad SAW. biasa berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa.

Keistimewaan Hari ‘Asyura (10 Muharram)

Dalam sebuah hadits kita dapat melihat bahwa ternyata tanggal 10 Muharram merupakan tanggal yang istimewa dalam sejarah kenabian.
“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)

Puasa Muharam

Kebiasaan berpuasa di hari ‘Asyura ini sepertinya sudah dilakukan Nabi saw. sejak awal kenabian. Hal ini tersirat dari hadits berikut.
Dan dari Aisyah radhiallahu anha, ia mengisahkan,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)
Jadi, setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Muharram di hari ‘Asyura menjadi sunnah hukumnya. Sebelumnya Rasulullaah saw. sangat menekankan agar kaum muslimin berpuasa di hari ke sepuluh bulan muharram itu.
Keutamaan puasa ini juga sangat besar sehingga Nabi saw. menekankan dalam haditsnya:
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram,… [HR Muslim]
Dan tentang puasa ‘Asyura, pahalanya adalah pengampunan atas dosa setahun sebelumnya:
Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu,
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”. [Sunan Abu Dawud]

Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura

Puasa Muharram atau ‘Asyura sebagaimana tersirat pada arti kata ‘asyura adalah pada 10 Muharram. Namun ada satu riwayat hadits yang mengindikasikan bahwa Nabi saw. akan melaksanakan puasa ini pada tanggal 9 Muharram sebagai cara untuk tidak menyamai dengan orang-orang Yahudi dan Nashrani yang pada saat itu merayakan hari ‘asyura. Namun hal ini belum sempat dilakukan oleh Nabi saw. karena beliau telah wafat.
“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)” [HR Muslim]
Dan dari Ibnu Abbas juga, Rasulullah SAW bersabda,
“Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi.”
(HR. Muslim).
 
Anjuran Jangan Puasa ‘Asyura Saja, Tapi Sertakan Satu Hari Sebelumnya
Disunnahkan untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Apa Hikmah Berpuasa Pada Hari Tasu’a?
Imam al-Nawawi rahimahullaah menyebutkan tentang tiga hikmah dianjurkannya shiyam hari Tasu’a: Pertama, maksud disyariatkan puasa Tasu’a untuk menyelesihi orang Yahudi yang berpuasa hanya pada hari ke sepuluh saja.
Kedua, maksudnya adalah untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja. Pendapat ini disebutkan oleh al-Khathabi dan ulama-ulama lainnya.
Ketiga, untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.
Dan alasan yang paling kuat disunnahkannya puasa hari Tasu’a adalah alasan pertama, yaitu untuk menyelisihi ahli kitab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah dalam al Fatawa al-Kubra berkata, “Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melarang bertasyabbuh dengan ahli kitab dalam banyak hadits. Seperti sabda beliau tentang puasa ‘Asyura,

لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.

(HR. Muslim)

Ibnu Hajar rahimahullaah dalam catatan beliau terhadap hadits, “Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan”, Keinginan beliau untuk berpuasa pada hari kesembilan dibawa maknanya agar tidak membatasi pada hari itu saja. Tapi menggabungkannya dengan hari ke sepuluh, baik sebagai bentuk kehati-hatian ataupun untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Dan ini merupakan pendapat yang terkuat dan yang disebutkan oleh sebagian riwayat Muslim.”


Kapan Hari Tasu’a dan ‘Asyura Pada Tahun Ini?
Hari Tasu’a dan ‘Asyura pada tahun ini,  1433 Hijriyah, sebagaimana yang tertera dalam kalender yang beredar di masyarakat Indonsia -Insya Allah-, jatuh pada hari Senin dan Selasa besok yang bertepatan dengan tanggal 05 dan 06 Desember 2011 M.



 Yuk,.. Mari kita Puasa,..

Sabtu, 03 Desember 2011

PKS Siap Terjunkan Relawan Perempuan

Jakarta-Partai Keadilan Sejahtera melatih 350 Relawan Perempuan yang akan terjun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi. Relawan yang dipilih dari seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta ini, dibekali teknik berkomunikasi, public speaking dan materi kepartaian. Diharapkan dari pelatihan ini, para relawan perempuan akan menjadi juru bicara partai yang mampu menyampaikan prestasi-prestasi PKS selama ini. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Selamet Nurdin, di hadapan 350 relawan perempuan yang sedang menerima pelatihan sehari penuh (27/11).

Relawan Perempuan PKS Jakarta


Menurut Selamet, PKS merasa perlu untuk kembali terjun ke masyarakat. Selain memarketingkan partai dengan data berupa prestasi PKS selama ini, para relawan juga menjadi telinga partai guna menerima aspirasi masyarakat. Selamat juga memberi arahan pada relawan untuk tetap bersikap dinamis di masyarakat. "Relawan harus mampu menjadi perekat antara partai dan masyarakat", ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua MPW PKS DKI Jakarta, Ir Triwisaksana Msc. Pria yang diakrabi dengan sebutan Bang Sani ini menyatakan pentingnya peran relawan perempuan dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Perempuan adalah salah satu segmen masyarakat yang besar, dan memiliki peran signifikan dalam membangun bangsa”, ujarnya. Dengan menghadirkan relawan perempuan ke tengah masyarakat,  diyakini juga akan merangsang munculnya kreativitas kaum perempuan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Untuk itu, Bang Sani yang juga Wakil Ketua DPRD ini sangat mengapresiasi keberadaan Relawan Perempuan PKS. “Harus diakui, banyak sekali agenda partai ini yang sukses karena dikawal oleh kader dan simpatisan perempuan PKS”, tuturnya. Saatnya, tambah Sani, PKS memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dengan kehadiran relawan perempuan. ([email protected])

Jumat, 02 Desember 2011

Ikhwanul Muslimin: Kami Akan Bentuk Pemerintahan

Suasana pada saat pemungutan suara Pemilu Mesir 2011 (Stringer/Egypt/Reuters)

dakwatuna.com – Kairo. Hasil dari pemilihan umum Mesir menunjukkan akan adanya kemenangan bagi kelompok Islam, Ikhwanul Muslimin yang dahulu sempat menjadi kelompok terlarang di Mesir. Pimpinan kelompok ini mengatakan, akan membentuk pemerintahan di Mesir.

Partai Kebebasan dan Keadilan yang dipelopori oleh Ikhwanul Muslimin sudah yakin akan ekspektasinya memenangkan banyak kursi di Parlemen Mesir, dan mereka juga memperingatkan Dewan Militer Mesir agar tidak bertindak sewenang-wenang. Mereka juga siap untuk melakukan konfrontasi dengan militer Mesir. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Kamis (1/12/2011).

Selama 80 tahun lamanya, Ikhwanul Mulsimin dicap sebagai organisasi terlarang di bawah kepemimpinan militer Mesir. Para aktivisnya juga ditahan, meski demikian, organisasi ini tetap menjadi organisasi politik yang kuat di Mesir.

Seiring dengan kejatuhan Husni Mubarak, Ikhwanul Muslimin akhirnya meraih kekuatannya dan mereka pun mendapatkan suara terbanyak di pemilihan umum Mesir.

Selain Ikhwan, beberapa organisasi Islam lainnya juga tampak bermunculan di Mesir, seperti halnya kelompok Salafi dan lainnya. Mereka juga tampak meraih dukungan yang cukup besar di Mesir.
Beberapa partai Islam di Mesir memang dianggap sebagai pihak yang akan membawa perubahan di negara yang sempat dikuasai militer tersebut. (rhs/OZ)

Obama : Selain Israel, Tak Ada Sekutu AS yang Lebih Penting !

dakwatuna.com – Presiden AS Barack Obama kembali menegaskan dukungannya yang tak tergoyahkan pada Israel. Dalam sebuah acara penggalangan dana, Obama menjawab kekhawatiran tokoh Yahudi terkemuka di AS atas hubungan AS-Israel.

Obama belakangan ini menerima banyak kritik dari para pendukung Israel di AS, yang menganggap sikap presiden AS itu terlalu keras terhadap Israel dan menimbulkan ketegangan hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, Obama menepis semua itu dan menegaskan lagi kebijakan pemerintahannya untuk menjamin keamanan rezim Israel.

“Saya berusaha untuk tidak terlalu membebani diri sendiri, tapi pemerintahan ini (pemerintahan Obama) sudah berbuat lebih banyak dalam menjaga keamanan negara Israel, dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Kami tidak akan berkompromi jika menyangkut keamanan Israel … dan itu akan terus berlanjut,” ujar Obama dalam pidatonya dalam acara kampanye untuk menarik donatur di rumah Jack Rosen di Manhattan.

Jack Rosen adalah ketua dari American Jewish Congress. Dalam acara itu ia mengatakan, “Akan menjadi sebuah kelalaian buat saya jika tidak mengatakan bahwa banyak orang dalam komunitas Yahudi yang mengkhawatirkan hubungan antara Israel dan AS.” Di sisi lain, Rosen mengakui bahwa presiden Obama-lah yang paling banyak memberikan dukungan pada Israel dibandingkan presiden-presiden AS sebelumnya.

Gedung Putih berusaha untuk mendapatkan dukungan suara dari masyarakat Yahudi di AS agar Obama terpilih kembali sebagai presiden dalam pemilu tahun 2012. Pada pemilu tahun 2008, delapan dari sepuluh orang Yahudi di AS memberikan suaranya pada Obama. Gedung Putih sadar betul kesalahan sedikit saja akan membahayakan posisi Obama dalam pemilu mendatang, terutama di negara bagian Florida dan Pennsylvania, dua negara yang menjadi kantong suara yang penting.

Sejak awal tahun, sejumlah pemuka Yahudi di AS mengkritik Obama karena presiden AS itu mengatakan bahwa negosiasi terkait garis batas bagi negara Palestina di masa depan harus berdasarkan pada garis batas yang ada sebelum Israel mencaplok wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza pada perang tahun 1967.

Tetapi, Obama mendapat pujian dari Israel dan para pendukungnya, ketika Obama menentang langkah Palestina untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara dan anggota resmi PBB. Israel dan antek-anteknya juga memuji sikap keras Obama terhadap Iran, musuh bebuyutan Israel.

“Tak ada sekutu yang lebih penting dibandingkan negara Israel,” kata Obama dalam acara penggalangan dana, yang berhasil mengumpulkan dana sebesar 300.000 USD dari para donor kaya untuk kepentingan kampanye Partai Demokrat dan kampanye untuk terpilihnya kembali Obama sebagai presiden AS dalam pemilu tahun depan. (aisyah/mn/knrp)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites