Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Jumat, 25 November 2011

Slamet: Kok, Lebih Ramai Berita Nikah daripada Hari Guru?

JAKARTA, KOMPAS.com — Aktor senior yang juga dikenal memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, Slamet Rahardjo, mengungkapkan keprihatinannya mengenai gaung peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini, 25 November 2011. Menurut Slamet, tanpa menyebutkan pernikahan siapa, berita pernikahan lebih diekspos media, khususnya televisi, dibandingkan momentum Hari Guru.

Namun, kepada para guru, ia mengatakan, agar tak berkecil hati. Jasa para guru pasti akan selalu dikenang oleh anak-anak didiknya.

"Saya kecewa besar. Di televisi orang lebih sibuk mengurus acara pernikahan. Enggak ada Hari Guru di televisi. Enggak semua orang tahu hari ini adalah Hari Guru, tertutup sama acara nikahan," kata Slamet, ditemui seusai menghadiri peringatan Hari Guru di SDN II Cideng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2011).

Di Hari Guru ini, Slamet juga menyampaikan harapannya kepada para guru di Tanah Air. "Guru di Indonesia agar mengajarkan kebenaran, jangan larut dalam pembenaran. Jadi, masih adakah dan bisakah guru-guruku ini menyampaikan kebenaran dan bukan pembenaran? Silakan dijawab," ujarnya.
" Di televisi orang lebih sibuk mengurus acara pernikahan. Enggak ada Hari Guru di televisi. Enggak semua orang tahu hari ini adalah Hari Guru, tertutup sama acara nikahan
-- Slamet Rahardjo-- "

Saat ditanya, apa kesannya terhadap seorang guru, baginya, guru adalah sosok yang mengenalkannya isi dunia.

"Tadinya saya enggak mengerti apa-apa. Hanya karena seorang guru, saya bisa menulis dan bisa membaca. Saya bisa melihat dunia dan saya bisa mengerti isyarat-isyarat dunia. Itu karena guru. Kalau enggak ada guru, mata dan hati saya mungkin buta," papar Slamet.

Namun, ia mengaku tak memiliki guru favorit. Menurut dia, semua guru yang telah mendidiknya memiliki nilai kebaikan masing-masing dan memberikan inspirasi yang berbeda-beda terhadap anak didiknya.

"Semua guru rata-rata saya cintai. Tidak boleh kita mengatakan favorit satu guru. Guru yang menurut kita kurang baik, itu menjadi tampak kurang baik karena ada guru yang baik. Begitu juga guru yang baik itu bisa tampak karena ada guru yang kurang baik. Semuanya menginspirasi kita," katanya. 

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites