Selamat Datang Di Website Resmi Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jakarta Utara - والحق منصور وممتحنٌ فلا تعجب فهذي سنة الرحمن - Kebenaran akan DITOLONG dan juga DIBERI UJIAN. - AR RAHMAN - Ibnul Qoyyim

Selasa, 15 November 2011

No Excuse untuk tidak berda'wah,...!!!

Islamedia - Aku langkahkan kaki dengan ghiroh yang tinggi, melangkah dan terus melangkah tanpa peduli panas dan debu. Ini daerah asing bagiku karena baru beberapa bulan aku berkenalan dengan lingkungan disini. Tapi itu semua bukanlah alasan untuk tidak aktif dalam barisan dakwah ini. Dalam tas punggungku penuh dengan brosur calon anggota legislatif, siapa mereka??? Akupun belum tahu persisnya tapi bertekad untuk mensukseskan mereka memperjuangkan aspirasi rakyat harus tetap di nomer satukan. RT berapa ini, jalan apa???......semua blank buatku, semangat....semangat... dan itulah yang ada dalam hatiku. Aku ketuk satu persatu pintu itu dan menitipkan brosur itu dengan harapan tidak ada yang terlewatkan satu rumahpun. Tapi tidak jarang juga ada masyrakat yang mengajak kita duduk dan berdiskusi, tapi tenanglah kita kan sudah dibekali insyAllah akan menjawab dengan memuaskan.

Rumah itu begitu besar bercat biru ada dua orang yang duduk dikursi rotan tepat di eper rumah. Ku buka pintu gerbang dengan hati-hati sambil mengucapkan salam “assalamu’alaikum...”. Dan yes.... dalam hatiku salamku terjawab dengan senyuman dari kedua bapak itu. Kebetulan tersisa dua kursi yang belum terisi akupun dipersilahkan duduk “silahkan duduk dik... pasti cape’ panas..” kata salah seorang bapak itu. Melihat harapan besar pada mereka dan siapa tahu mereka akan mendukung kami. Aku tarik kursi agak menjauh dan duduk, tanpa perintah dan aba-aba satu gelas es teh siap tersedia dihadapanku dari pembantu yang punya rumah. Hmmmmmm.... Allah memang paling tahu apa yang sedang hambaNya butuhkan, setelah dipersilahkan tanpa menyia-nyiakan rejeki leppp...seger oase menyirami kerongkongan ini dan fresss. Alhamdulillah ya Allah atas rejeki ini.

Beberapa saat kemudian dengan wajah bak kerang rebus ku buka pintu pagar kembali dan memberi salam untuk berpamitan. Dalam batinku kenapa tadi aku mau ikut gabung dengan mereka seharusnya aku hanya memberi brosur dan langsung berpamitan sehingga merasa tidak dipermalukan seperti ini. Seharusnya aku tahu siapa mereka...tapi mungkin salahku juga yang tidak ingin tahu. Tapi kenapa tidak ada juga yang memberi tahuku secara aku orang baru disini, wajar saja aku tidak tahu. Semua alasan pembenaran diri berkecambuk dalam pikiranku.

Berbagai macam pertanyaan di borong untukku dari bapak itu, “adik siapa dan tinggal di RT mana???” pertanyaan pembuka untukku dan pasti aku bisa menjawabnya lah wong cuma di tanya nama dan alamat. Aku jawab dengan lengkap dan alamat tempat tinggalku yang memang masih di lingkungan dekat dengan RT bapak itu. Adik tahu gak siapa yang dijagokan dari partai adik?? Bagaimana orangnya, riwayat mereka seperti apa mereka, biodata dan segala kegiatan dan bla...bla...bla... masih banyak lagi itulah pertanyaan yang tidak aku sangkan dan membuat rasa maluku keluar semua. Harus aku jawab apa yah kalau jujur nanti seperti tidak menyakinkan dan mereka tidak akan simpati kalau mau jawab lengkap memang aku belum tahu terkecuali hanya nama dan keterangan yang ada di brosur, aduh salahnya aku tidak bertanya dulu ke ketua kena deh kali ini. “maaf pak saya baru disini, tinggal di RT sebelah bapak dan kebetulan belum tahu secara rinci mereka insyAllah nanti saya bertanya dulu ke rekan yang lebih tahu dan orang sini asli besok saya akan datang lagi untuk menjelaskan...gimana pak” jawabanku dengan keringat peluh dan malu bercampur.

“adik ini gimana masa dagang tidak tahu barang yang di dagangkan bohong dong namanya, gimana orang mau percaya yang nawarin aja tidak tahu. Seharusnya adik pelajari dulu secara detail jangan hanya tahu dari brosur dan bermodal semangat saja tapi percuma juga kalau tidak bisa menyakinkan...” dan bla...bla... banyak juga kata-katanya lebih banyak dari jawabanku yang memang tidak memuaskan. “iya pak... maaf kita cuma siqoh pada qiyadah kita dan mendukung penuh mereka” tanpa mencari alasan lagi untuk pembelaan diri dari pada debat kusir tanpa berujung. “adik tahu saya tidak??” pertanyaan keluar dari bapak satunya. “maaf pak belum” jawabku singkat sambil berbisik dalam hati siapa??? Pentingkah maka harus tahu. “saya juga calon anggota lengislatif dari .....(saingan deh)” penuh percaya diri dan merasa menang terlihat di wajahnya. Ya apes aku masuk kandang macan kali ini , kenapa rekanku tidak memberi tahu mencari alasan pembenaran diri juga ahirnya.

Tanpa berpikir lagi langkah ini mengantarkanku ke rumah hanya sekedar menetralkan perasaanku beberapa waktu. Setelah kembali ruh dan pikiran sehatku, ternyata aku tidak apes walaupun masuk kandang macan, toh aku tidak diterkamnya dan masih masih bisa keluar hehe... kan bukan macan beneran. Banyak hikmah setelah aku renungkan keberuntungan lebih banyak untukku dan muka kepiting rebusku itu hanyalah ekspresi tanpa arti.

Mungkin kalau aku tidak bertemu dengan bapak itu tidak akan mendapatkan referensi bagaimana derrec selling yang baik yaitu mempersiapkan lebih matang dengan memperlajari terlebih dahulu bukan hanya bermodal semangat. Dan seandainya suatu saat nanti aku bertukar tempat dengan bapak itu dan menjadi calon anggota legilatif (amiiin..ngarep.com) setidaknya aku tahu bagaimana bapak itu bersemangat dalam berkampaye walaupun saat itu hanya ada satu orang yah hanya ada aku. Tapi semangatnya dalam menjelaskan program-program yang di usungnya tidak berbeda seperti di lapangan dengan masa yang beribu-ribu, walaupun tidak dengan suara yang keras juga. Dan keterbukaan tanpa harus menghindari memasang jarak dengan pesaingnya.Sebenarny pada awalnya dia tahu waktu saya datang kalau aku dari pihak pesaing, tapi masih sangat welcome..good itulah ilmu yang kadang tidak kita dapatkan dari buku ataupun bangku sekolah.

Saudaraku mungkin suatu saat anda berada dalam situasi yang aku alami, tapi ambillah hikmahnya dan yang terpenting persiapakan diri secara matang dalam segala amanah yang akan kita emban. Jangan mau diperdaya oleh excuse (alasan) karena kita masih baru di sini, kita belum tau daerah ini dan bla...bla... yang bukan alasan syar’i kan karena dakwah tidak mengenal itu tetap jalan terus. Salam dakwah..... siapapun kalian surga telah menunggu dengan kerinduan untuk semuanya.

Bandung, 2011

Tum Kham

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites